Harga CPO Ambles, tapi Masih Aman di Atas RM 4.000

Market - Tirta, CNBC Indonesia
04 June 2021 12:55
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Malaysia ambles 1% hingga sesi istirahat siang pada perdagangan hari ini, Jumat (4/6/2021). Namun harga kontrak pengiriman Agustus yang ditransaksikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange masih tetap di atas RM 4.000/ton. 

Harga CPO turun RM 46 ringgit atau melemah 1,11% ke RM 4.112/ton. Prospek kenaikan stok minyak sawit Malaysia di akhir bulan Mei cukup membebani harga CPO.

Harga minyak sawit mentah masih mengalami volatilitas yang tajam diakibatkan oleh kenaikan yang sudah terlalu tinggi dan membaiknya prospek produksi secara historis di paruh kedua tahun ini. 


Stok minyak sawit Malaysia pada akhir Mei kemungkinan melonjak 6,3% dibanding bulan sebelumnya dan akan mencapai ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Hal ini disebabkan karena produksi yang naik di tengah ekspor yang lesu, tercermin dari hasil survei Reuters.

Persediaan di negara produsen terbesar kedua di dunia diperkirakan mencapai 1,64 juta ton, tertinggi sejak September tahun lalu, menurut estimasi median dari sembilan pekebun, pedagang dan analis yang disurvei oleh Reuters.

"Namun tingkat stok tetap ketat karena masih 19% di bawah rata-rata 10 tahun terakhir di 1,95 juta ton," kata Ivy Ng, kepala penelitian perkebunan di CGS-CIMB Research dalam sebuah catatan.

Produksi naik 3,4% dari April menjadi 1,58 juta ton, tertinggi dalam tujuh bulan, karena perkebunan memasuki bulan-bulan produksi musiman yang lebih tinggi. Ekspor di bulan Mei diperkirakan naik 0,9% secara bulanan menjadi 1,35 juta ton jika mengacu pada data surveyor kargo akibat pengiriman yang lebih rendah ke India.

"Pasar akan mengantisipasi konsumsi domestik yang lebih rendah dan pasokan yang lebih tinggi di bulan Juni," kata Marcello Cultrera, manajer penjualan institusional & broker di Phillip Futures di Kuala Lumpur.

Kekurangan tenaga kerja di perkebunan Malaysia yang telah membatasi produksi selama pandemi virus corona diperkirakan akan berlanjut karena kenaikan kasus Covid-19 yang membuat Malaysia melakukan lockdown selama dua minggu.

Rantai pasok minyak sawit diizinkan beroperasi selama penguncian, tetapi konsumsi lokal kemungkinan akan menurun karena penutupan hotel, restoran, dan layanan katering.


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading