Analisis Teknikal

Kabar Baik! PMI Manufaktur RI Rekor Lagi, IHSG Tembus 6.000?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
02 June 2021 08:00
ABB meresmikan fasilitas manufaktur baru yang memproduksi Gas Insulated Switchgear (GIS) tegangan tinggi di Tangerang. Fasilitas ini dibangun untuk memenuhi peningkatan permintaan pasokan listrik di Indonesia. (dok. ABB Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebelum libur Hari Lahir Pancasila Selasa kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,7% ke 5.947,463 di Senin (31/5). Kinerja positif tersebut berpeluang berlanjut pada perdagangan Rabu (2/6/2021), melihat data menunjukkan ekspansi sektor manufaktur Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi.

Investor asing yang melakukan aksi borong saham big cap menjadi pemicu penguatan IHSG. Data pasar mencatat pada hari Senin aksi beli bersih (net buy) asing sebesar Rp 774 miliar di pasar reguler, dengan nilai transaksi yang cukup besar Rp 13,5 triliun.

Asing tercatat mengoleksi enam saham big cap, di mana sebagian besar asing mengoleksi saham bank big cap. Adapun saham bank big cap tersebut yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).


Selain saham bank big cap asing juga tercatat mengoleksi dua saham big cap lainnya, yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII).

Pagi ini, IHS Markit merilis data aktivitas sektor manufaktur bulan Mei yang dilihat dari purchasing managers' index (PMI). Data menunjukkan PMI manufaktur Indonesia bulan Mei sebesar 55,3, melesat dibandingkan bulan sebelumnya 54,6.

PMI manufaktur di bulan April tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang masa, artinya di bulan Mei rekor tersebut pecah lagi.

Terus meningkatnya ekspansi sektor manufaktur tentunya menjadi kabar bagus bagi Indonesia, dan memperkuat optimisme akan lepas dari resesi di kuartal II-2021. Sektor manufaktur sendiri berkontribusi sekitar 20% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Secara teknikal, IHSG di hari Senin sukses melewati resisten kuat di kisaran 5.890/5.900 yang sebelumnya menahan laju kenaikan.

Indikator stochastic pada grafik harian mulai bergerak naik setelah memasuki wilayah jenuh jual (oversold).

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Sementara itu pada grafik 1 jam, stochastic bergerak dan belum mencapai wilayah overbought. Sehingga ruang penguatan IHSG masih terbuka lebar.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Target penguatan IHSG kini ke 6.000 hingga 6.015 yang berada di dekat rerata pergerakan 50 hari (Moving Average 50/MA 50). 6.000 juga merupakan level psikologis, sehingga area tersebut bisa menjadi resisten kuat. Jika mampu dilewati, IHSG tentunya akan mendapat momentum penguatan, menuju 6.100.

Sementara itu 5.900 kini menjadi support terdekat, jika dilewati IHSG berisiko terkoreksi ke 5.860.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading