Internasional

Sederet Kabar Buruk Bitcoin Cs, Elon Musk, Xi Jinping & Biden

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 May 2021 10:31
Gambar Konten, Uang Kripto Jeblok

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan Bitcoin pekan ini telah mengalami guncangan hebat. Berbagai kabar kurang enak disampaikan, mulai dari Elon Musk hingga pemerintah dari dua negara paling berpengaruh di dunia, China dan Amerika Serikat (AS).

Elon Musk mempermasalahkan sustainability alias keberlanjutan dari penambangan dan transaksi bitcoin di dunia. Bahkan dia memutuskan untuk menghentikan pembelian Tesla menggunakan Bitcoin.


Musk dalam keterangannya menyebutkan adanya kekhawatiran bahwa Bitcoin menyebabkan penggunaan bahan bakar fosil yang meningkat pesat. Dia juga menyinggung data dari peneliti di Universitas Cambridge yang menunjukkan lonjakan penggunaan listrik bitcoin tahun ini.

Di lain sisi, aksi jual secara massif masih terjadi di pasar kripto sejak awal minggu. Ini setelah tindakan keras pemerintahan China yang dipimpin Presiden Xi Jinping terhadap mata uang digital.

Penurunan harga uang kripto dengan kapitalisasi pasar ini dipicu kebijakan keras China yang melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech pembayaran untuk menyediakan layanan transaksi uang kripto. China juga mengingatkan investor agar tidak memperdagangkan uang kripto spekulatif.

Selang beberapa hari, kabar lain datang dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Pemerintah Joe Biden akan memberi rambu-rambu terhadap perdagangan mata uang kripto.

Biden punya rencana bahwa pengiriman mata uang kripto senilai lebih dari US$ 10.000 harus melapor ke Lembaga Penerimaan Negara (IRS). Untuk itu, pemerintahan Biden siap untuk menambah jumlah personel IRS untuk meningkatkan kepatuhan pajak warga.

"Seperti halnya transaksi tunai, pihak yang menerima lebih dari US$ 10.000 dalam bentuk aset kripto harus melapor," sebut laporan Kementerian Keuangan AS.

Ancaman kripto paling baru kembali datang dari pemerintah China. Negeri itu menegaskan akan menindak penambang dan perdagangan mata uang kripto.

Hal ini akan dilakukan melalui regulasi yang akan ditetapkan oleh pemerintah. Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Dewan Negara mengatakan dibutuhkan regulasi yang lebih ketat untuk melindungi sistem keuangan.

"Perlu untuk Menindak penambangan Bitcoin dan perilaku perdagangan, dan dengan tegas mencegah transmisi risiko individu ke bidang sosial," tulis pernyataan tersebut dikutip dari CNBC International Minggu (23/5/2021).

Kekhawatiran China terhadap aktivitas penambangan dan transaksi kripto ini lantaran kegiatan tersebut dinilai menjadi pusat sejumlah masalah. Sama seperti Musk, penambangan Bitcoin dilakukan oleh komputer dengan penggunaan energi yang besar untuk membuka mata uang kripto.

"Penting untuk menjaga kelancaran pasar saham, utang, dan valuta asing, menindak keras kegiatan sekuritas ilegal, dan menghukum berat kegiatan keuangan ilegal," tambah pernyataan tersebut lagi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngenes! Kala Bitcoin Cs Jatuh, Rp 3 Ribu T Nguap 24 Jam


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading