Wuih! Harga Emas Kiclong Lagi, Jangan Sampai Ketinggalan

Market - Tirta, CNBC Indonesia
17 May 2021 10:25
Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Secara historis inflasi yang tinggi bakal menguntungkan emas. Setidaknya kondisi tersebut diharapkan terjadi oleh banyak orang kali ini. Level all time high yang dicapai tahun lalu diharapkan bisa kembali ditembus. 

Sejak akhir Maret harga emas cenderung reli. Kala itu satu troy ons emas di pasar spot dibanderol di US$ 1.700. Kini harga emas sudah mendekati US$ 1.850/troy ons. Hari ini saja, Senin (17/5/2021) harga emas sudah naik 0,41% pada perdagangan pagi waktu Asia. 

Level psikologis US$ 1.850 sudah sangat dekat. Jika tembus harga emas berpeluang lanjut naik. Untuk saat ini harga si logam kuning sudah di atas rata-rata 50, 100 dan 200 hariannya. 


Selain itu harga rata-rata periode 50 hariannya (MA50) juga semakin mendekati rata-rata harga 100 harian (MA100). Tinggal tunggu waktu saja secara teknikal untuk emas bisa melanjutkan tren bullish ini.

Bagaimanapun juga kenaikan harga emas tak lepas dari tingginya inflasi. Selain dampak dari low base effect, inflasi di Paman Sam tercatat mencapai 4,2% (yoy) pada April lalu.

Ini merupakan inflasi tertinggi lebih dari satu dekade terakhir jika dihitung secara tahunan dan inflasi tertinggi dalam empat dekade terakhir jika dihitung berdasarkan bulanan. 

Emas merupakan aset yang banyak diburu ketika inflasi tinggi. Berbeda dengan mata uang fiat yang bisa kapanpun dicetak oleh bank sentral, emas cenderung diproduksi secara stabil. 

Ketika inflasi terjadi daya beli suatu mata uang terhadap barang dan jasa menurun. Ada nilai yang tergerus, tak mau nilai kekayaan atau investasinya menurun investor lari ke emas mencari perlindungan (hedging). Inilah yang membuat harga emas bisa naik. 

Lagipula sentimen bullish emas juga merebak di kalangan analis Wall Street maupun Main Street. Survei Kitco terhadap kedua golongan responden tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 70% menjawab harga emas bakal bullish minggu ini. 

Apabila dolar AS semakin melemah, aset-aset kripto yang selama ini menjadi saingan juga berguguran maka sudah saatnya emas berkilau kembali seperti dulu. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading