Tembus US$ 104/Ton, Harga Batu Bara di Level Tinggi 2,5 Tahun

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 May 2021 15:30
Coal piles are seen at a warehouse of the Trypillian thermal power plant, owned by Ukrainian state-run energy company Centrenergo, in Kiev region, Ukraine November 23, 2017. Picture taken November 23, 2017. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara acuan Ice Newcastle kembali naik pada perdagangan Kamis (14/5/2021) kemarin hingga mencapai level tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir. Kenaikan harga batu bara acuan di China mengerek naik harga acuan.

Melansir data Refinitiv, harga batu bara Ice Newcastle kontrak bulan Juni naik 0,72% ke 104,65 Kamis kemarin. level tersebut merupakan yang tertinggi sejak November 2018. Sepanjang pekan ini, batu bara kontrak yang paling aktif diperdagangkan tersebut sudah melesat lebih dari 9%, dan kini menuju penguatan tiga minggu beruntun. 2 pekan sebelumnya naik masing-masing 7% dan 4,75%.


Sementara harga batu bara acuan di China telah naik 15% dalam 2 pekan terakhir.

"Data terbaru menunjukkan batu bara thermal 5.500 kcal naik 15% dalam 2 pekan terakhir menjadi 900 yuan per ton di pelabuhan China," kata Colin Hamilton dari BMO Capital Markets, sebagaimana dilansir Investors Chronicle, Kamis (13/5/2021).

Menurut Hamilton beberapa indikator menunjukkan permintaan batu bara dari China masih akan tinggi, sehingga harganya masih akan terjaga.

Kenaikan harga hingga 15% tersebut terjadi bahkan sebelum puncak permintaan di musim panas. Selain permintaan, hubungan China-Australia yang memburuk juga membuat harga batu bara melesat. China sudah mengurangi impor batu bara dari Australia, akibat negara tersebut mendukung investigasi asal muasal virus corona di China.

Hamilton mengatakan China justru meningkatkan impor batu bara dari Indonesia dan Rusia. Peningkatan permintaan dari Negeri Tiongkok juga diakui pemerintah Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan permintaan konsumsi batu bara Tiongkok sepanjang kuartal I-2021 mengalami lonjakan pesat guna memenuhi kebutuhan pembangkit listrik.

"Permintaan batu bara banyak datang guna memenuhi kebutuhan pembangkit Tiongkok," kata Agung, seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (4/5/2021).

Namun menurut Agung, kenaikan tersebut tidak sebanding dengan produksi di dalam negeri. Harga Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia juga terus naik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan HBA bulan Mei sebesar US$ 89,74 per ton. Besaran ini meningkat US$ 3,06 per ton dari HBA April, yakni US$ 86,68 per ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading