Bursa Asia Ambruk, Hanya Hang Seng & Shanghai yang Selamat

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
12 May 2021 16:55
A woman walks past an electronic board showing Hong Kong share index outside a local bank in Hong Kong, Monday, April 1, 2019. Shares have surged in Asia following a bullish Friday on Wall Street, where the benchmark S & P 500 logged its biggest quarterly gain in nearly a decade. (AP Photo/Vincent Yu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia mayoritas ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (12/5/2021), karena adanya kekhawatiran akan tekanan kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS).

Hanya indeks Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite China yang ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini. Indeks Hang Seng ditutup melesat 0,78% ke posisi 28.231,04 dan Shanghai Composite China menguat 0,61% ke 3.462,75.

Sementara sisanya ditutup di zona merah pada hari ini. Tercatat indeks Nikkei Jepang ambles 1,61% ke level 28.147,51, STI Singapura melemah 0,67% ke 3.123,26, dan KOSPI Korea Selatan ambruk 1,49% ke 3.161,66.


Adapun untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini tidak dibuka karena sedang libur panjang memperingati Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Pelaku pasar Asia juga khawatir dengan inflasi AS yang mungkin saja mengalami kenaikan, Meskipun para pejabat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) berulang kali bahwa sikap The Fed tetap mempertahankan kebijakan dovish-nya,

Investor khawatir jika inflasi AS akan meningkat lebih tinggi inflasi dari lonjakan harga komoditas dan dapat memaksa The Fed untuk menaikkan suku bunganya. Data inflasi AS akan dirilis pada Rabu (12/5/2021) waktu setempat atau dini hari waktu Asia.

Kekhawatiran tersebut didasarkan pada program stimulus besar-besaran pemerintahan Joe Biden untuk mendongkrak ekonomi AS seiring hantaman pagebluk Covid-19.

Konsesus pasar mematok laju inflasi April bakal naik menjadi 3,6%, dari bulan sebelumnya di 2,6%.

Sebelumnya, tingkat inflasi tahunan di AS melonjak menjadi 2,6% pada Maret 2021 dari 1,7% pada Februari. Ini adalah kenaikan tertinggi sejak Agustus 2018.

Sementara, laju inflasi inti, yang tidak memasukkan barang volatil, diprediksi akan naik menjadi 2,3%. Sebelumnya, pada Maret inflasi inti naik 1,6%, dari bulan Februari 1,3%.

Adapun Badan Statistik Korea Selatan (Korsel) pagi ini merilis tingkat pengangguran Korsel pada April 2021 yang turun menjadi 3,7 persen dari 3,9 persen di bulan sebelumnya (month-to-month

/mom) dan sebesar 3,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini merupakan angka pengangguran terendah sejak Agustus 2020.

Dari Negeri Matahari Terbit, Kementerian Keuangan Jepang pagi ini melaporkan cadangan devisa meningkat menjadi US$ 1.378,5 miliar pada bulan April dari US$ 1.368,5 miliar miliar pada Maret 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading