InvesTime

Saham Rajin Bagi Dividen, Mending Hold atau Jual?

Market - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 May 2021 10:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah emiten diketahui kerap membagikan dividen yang cukup tinggi. Lalu apa yang harus dilakukan pada saham perusahaan itu?

"Jika investor melakukan pembelian atau menghold saham-saham yang memiliki dividen tinggi merupakan hal yang cukup baik," kata CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya dalam program InvestTime CNBC Indonesia, Jumat (7/5/2021).

Dia mengatakan keadaan setelah Covid-19 kemungkinan ekonomi akan kembali baik. Dengan begitu ada potensi di tahun berikutnya, para emiten akan membagikan dividen dengan jumlah yang semakin besar lagi.


Bernadus menambahkan perusahaan yang membagikan dividen tinggi biasanya akan ada dalam Index IDX High Dividen 20. Ini adalah perusahaan yang dewasa dan beroperasi dalam waktu lama.

Para perusahaan ini juga telah menunjukkan ketahanan saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

"Biasanya merupakan perusahan dan telah beroperasi sepanjang tahun yang cukup lama. Kita bisa lihat ketahanan perusahaan selama pandemi terjadi pun cukup kuat," ungkapnya.

Dia menjelaskan cara memilih perusahaan untuk jangka panjang terutama terkait dengan dividen. Salah satunya adalah aturan mengenai pembagian dividen yang tetap konsisten.

Selain itu jika performa perusahaan cenderung kurang baik saat pandemi dan cenderung membaik setelahnya. Terakhir adalah perusahaan secara jangka panjang dan konsisten punya kecenderungan untuk bertumbuh.

"Dimana ini terjadi karena perubahan behaviour masyarakat terutama Covid-19 lebih banyak di rumah," jelas Bernadus.

Salah satu contoh adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Dia menjelaskan earnings per share nya memiliki kenaikan cukup signifikan dengan tahun 2020 adalah Rp210,-.

Dengan asumsi tahun 2020 akan memiliki dividen pay out ratio sama seperti 2019 yakni 80%, dividen yieldnya akan meningkatkan dari tahun lalu 40-4,5% menjadi 5,26% di tahun ini.

"Kita asumsikan dividen pay out ratio n80%, Telkom ini di jangka ke depan kita melihat bahwa prospek cukup baik. Apalagi dengan behaviour masyarakat mulai berubah dari yang biasa WFO (Work From Office) sekarang WFH (Work From Home), menunjang dari Telkom bisa dilihat dari kuartal 4 tahun 2020," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading