Bitcoin & Ethereum Dkk Drop, tapi Litecoin & Cardano Melesat

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
07 May 2021 09:37
FILE PHOTO: Representations of the Ripple, Bitcoin, Etherum and Litecoin virtual currencies are seen on a PC motherboard in this illustration picture, February 13, 2018. Picture is taken February 13, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat melesat pada perdagangan Kamis (6/5/2021) pagi, pergerakan mata uang kripto pada Jumat (7/5/2021) pagi ini terpantau rebound ke zona merah.

Berdasarkan data dari Investing dan Indodax pukul 09:00 WIB, harga Bitcoin merosot 1,13% ke level harga US$ 56.202,40 atau setara dengan Rp 826.613.000, sedangkan Ether (Ethereum) juga kembali melemah 0,41% ke US$ 3.458,78 atau Rp 51.001.000.

Berikutnya Chainlink melemah 0,75% ke US$ 47,28 atau Rp 694.500, Ripple ambles 6,91% ke posisi US$ 1,581 atau setara dengan Rp 23.303, dan Dogecoin longsor 14,89% ke US$ 0,545 atau Rp 8.021.


Sementara untuk kripto Litecoin masih melesat 1,96% ke posisi US$ 348,29 atau setara dengan Rp 5.109.000 dan Cardano meroket 10,02% ke US$ 1,596 atau Rp 23.561.

Kripto pesaing Bitcoin dengan blockchain Ethereum, Ether memperoleh keuntungan besar pada Kamis (6/5/2021), di mana Ether melenggang ke rekor harga baru di atas US$ 3.600.

Sementara itu, Bitcoin memiliki kurang dari 10% kapitalisasi pasar di emas, tetapi dapat terus membedakan dirinya dari logam kuning dan menumbuhkan bagiannya dari total kapitalisasi pasar.

Rekor harga baru Ether tercipta karena bank raksasa Belanda, ING mengatakan baru-baru ini untuk memberikan dukungan di balik gagasan uang yang dapat diprogram yang digunakan untuk keuangan terdesentralisasi, atau DeFi.

"Tren bullish Ether baru-baru ini telah menjelaskan beberapa proyek yang bersaing dengan proposisi nilai Ethereum, yang dapat digabungkan ke dalam kategori yang dapat kita sebut 'sektor," kata Elie Le Rest, mitra di perusahaan trading ExoAlpha, dikutip dari Coindesk.

"Pasar crypto cenderung bekerja pada prinsip-prinsip yang sebanding, yang berarti bahwa jika koin dari 'sektor' telah berhasil dengan baik, seperti Ether di 'sektor lapisan 1,' maka koin lain dari sektor yang sama ini dapat mengikuti tren yang sama." tambahnya.

Lapis 1 mengacu pada blockchain yang dapat berfungsi sebagai dasar bagi berbagai bahasa pemrograman untuk membuat aplikasi, dikenal sebagai smart contract yang dapat menjalankan fungsi keuangan. Blockchain Ethereum smart contract lapis 1 diantaranya Ethereum Classic (ETC), Cardano (ADA), dan EOS.

Adapun untuk pergerakan Bitcoin pada Kamis (6/5/2021) kemarin tercatat turun ke level US$ 56.586 sekitar pukul 08:15 setempat (sore hari waktu Indonesia).

Rentang perdagangan bahkan lebih ketat dari hari sebelumnya. Variasi harga Bitcoin di pasar spot pada Kamis kemarin di kisaran US$ 56.586 - US$ 58.266, lebih sempit daripada kisaran hari Rabu (5/5/2021) di harga US$ 53.633 - US$ 57.356.

"Kami melihat Bitcoin hampir sepenuhnya datar sementara Ether meningkat," kata Andrew Tu, Executive di perusahaan trading kuantitatif, Efficient Frontier, dilansir dari Coindesk.

Adapun untuk kripto Dogecoin pada pagi hari ini terpantau ambruk hingga hampir 15%, setelah beberapa hari sempat melesat dan menyentuh rekor terbarunya di kisaran level harga US$ 0,68 dan membuat investor kembali merealisasikan keuntungannya.

Sebelumnya, Dogecoin sempat menembus level rekor terbarunya di US$ 0,68 atau sekitar Rp 10.000. Melesatnya Dogecoin tentu didorong oleh sang pemilik produsen mobil listrik ternama Tesla Inc., yakni Elon Musk.

Diduga, melesatnya Dogecoin karena antusiasme investor dan trader soal tampilnya Elon Musk dalam program TV Saturday Night Show (SNL) pada 8 Mei 2021 mendatang.

Para pendukung Dogecoin berharap dalam acara tersebut Elon Musk yang menjuluki dirinya Dogefahter akan memberikan ekspose yang lebih besar pada uang kripto berawal dari meme ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading