Dear Investor! Telkom RUPST 28 Mei, Siap-siap Dividen Jumbo

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
06 May 2021 15:33
Telkomsel 4G LTE (dok. Telkomsel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia PT Telkom Indonesia (TLKM) akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat 28 Mei 2021.

Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPST Telkom tahun ini memiliki delapan agenda utama yang salah satunya adalah Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2020.

Pelaksanaan RUPS ini memberikan wewenang kepada Direksi untuk menentukan penggunaan saldo laba, termasuk penentuan penyisihan untuk cadangan wajib, pembagian dividen dan penggunaan lain.


Dalam edaran kepada BEI, pihak perseroan menyatakan bahwa laba bersih Telkom untuk tahun buku 2020 akan dialokasikan untuk pos utama.

Pertama, laba ini akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen dan sisanya menjadi laba ditahan (retained earnings) untuk mendukung kegiatan investasi Perseroan.

Induk usaha Telkomsel ini merupakan salah satu perusahaan yang rajin membagikan dividen, terlihat dari keanggotaan emiten ini dalam IDX High Dividend 20. Ini merupakan indeks 20 saham di Bursa yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi.

Selama 3 tahun terakhir dividend payout ratio (DPR) Telkom selalu berada di atas 75% dari laba tahunan.

Tahun lalu DPR Telkom tercatat 81,78% dengan dividen per saham senilai Rp 154,06.

Untuk tahun buku 2018 DPR Telkom mencapai 90% dengan dividen per saham Rp 163,82 dan terakhir pada tahun buku 2017 DPR Telkom berada di angka 75% dengan dividen per saham Rp 167,66.

Laba bersih Telkom tahun 2020 lalu naik 11,5% menjadi Rp 20,80 triliun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, Rp 18,66 triliun, sementara pendapatan juga naik 0,7% menjadi Rp 136,46 triliun dari sebelumnya Rp 135,57 triliun.

Jumlah dividen yang dibagikan masih akan ditentukan dalam RUPST mendatang, akan tetapi jika Telkom mempertahankan dividend payout ratio minimal 75%, maka tahun ini Telkom berpotensi membagikan dividen setidaknya Rp 15,60 triliun.

Dalam laporan keuangan tahunan 2020, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang sangat menantang dan penuh dinamika bagi Indonesia di mana pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh dunia dan masih berlangsung hingga saat ini.

Sama halnya dengan sektor bisnis yang lain, industri telekomunikasi merasakan dampak yang cukup besar dengan adanya pandemi. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi juga membawa perubahan terhadap kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, dengan tingkat adopsi digital masyarakat meningkat signifikan.

Data BEI mencatat, pada perdagangan Kamis (6/5), saham TLKM ditutup minus 0,31% di posisi Rp 3.190/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 316,01 triliun. Sebulan terakhir perdagangan saham TLKM minus 5,9% dan year to date juga turun 3,63%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading