Pemerintah Mau Beri Insentif Pajak, Saham Ritel Kok Loyo?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
06 May 2021 10:27
Hypermart

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham emiten ritel kompak melemah pada awal perdagangan pagi ini, Kamis (6/5/2021). Sentimen positif terkait rencana stimulus pemerintah, berupa relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh), untuk sektor ritel tampaknya tidak begitu mampu mendorong saham-saham tersebut.

Berikut gerak saham-saham emiten ritel, pukul 09.59 WIB.

  1. Matahari Putra Prima (MPPA), saham -4,40%, ke Rp 760, transaksi Rp 9 M


  2. Matahari Department Store (LPPF), -1,39%, ke Rp 1.775, transaksi Rp 19 M

  3. Ramayana Lestari Sentosa (RALS), -1,33%, ke Rp 740, transaksi Rp 5 M

  4. Mitra Adiperkasa (MAPI), -1,25%, ke Rp 790, transaksi Rp 753 juta

  5. MAP Aktif Adiperkasa (MAPA), -1,24%, ke Rp 2.390, transaksi Rp 27 juta

  6. Ace Hardware Indonesia (ACES), +1,37%, ke Rp 1.475, transaksi Rp 2 M

  7. Hero Supermarket (HERO), +2,17%, ke Rp 940, transaksi Rp 560 juta

Berdasarkan daftar di atas, dari 7 emiten ritel yang diamati, 5 di antaranya tergelincir di zona merah, sementara dua sisanya menguat di zona hijau.

Adapun saham emiten pengelola gerai Hypermart milik Grup Lippo, MPPA, menjadi yang paling ambles, yakni sebesar 4,40% ke Rp 760/saham. Dengan ini, saham MPPA sudah anjlok selama 4 hari beruntun.

Amblesnya saham MPPA ini terjadi setelah suspensi saham kembali dibuka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (3/5/2021) lalu.

Sebelumnya, saham MPPA 'digembok' bursa mulai dari 23-30 April 2021 lantaran saham ini mengalami penguatan yang signifikan.

Alhasil, dalam sepekan MPPA sudah terkoreksi 13,95%, sementara dalam sebulan saham ini masih melaju kencang sebesar 58,51%.

Seperti MPPA, emiten Grup Lippo lainnya, pengelola gerai Matahari LPPF juga ambles sebesar 1,39% ke Rp 1.775/saham.

Merosotnya saham LPPF pagi ini terjadi seiring pelaku pasar tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking). Pasalnya, pada perdagangan Rabu (5/5/2021), saham ini ditutup melonjak 8,43%.

Dalam sepekan saham LPPF ambles 6,58%, sementara dalam sebulan naik 12,03%.

Di posisi ketiga ada saham RALS yang melorot 1,33% ke posisi Rp 740/saham.

Dengan pelemahan ini, saham pengelola toko Ramayana ini tidak pernah melaju di zona hijau selama 9 hari perdagangan. Lebih rinci, selama rentang waktu tersebut, RALS memerah 6 kali dan stagnan alias tidak bergerak sebanyak 3 kali.

Dalam seminggu dan sebulan, saham RALS sama-sama ambles sebesar 6,29%.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan saat ini tengah mempersiapkan stimulus untuk sektor ritel.

Stimulus tersebut kata Airlangga berupa relaksasi perpajakan seperti pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh).

"Untuk sektor ritel masih dalam pembahasan terkait komponen pajak PPN dan PPh untuk sewa. Keduanya terkait dengan stimulan untuk penjualan ritel, masih dalam pembahasan," jelas Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2021)

Diharapkan dengan adanya stimulus untuk sektor ritel tersebut bisa lebih mendorong perekonomian di dalam ngeri. Mengingat saat ini sektor ritel merupakan salah satu sektor yang terdampak paling parah akibat pandemi Covid-19.

Adanya berbagai stimulus ditambah dengan adanya peningkatan aktivitas ekonomi, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2021 bisa tumbuh 4,5% hingga 5,3% secara tahunan (year on year/yoy).

Adapun outlook pemerintah dengan adanya realisasi pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I-2021 minus 0,74% yoy, maka perbaikan bisa terus terakselerasi pada periode selanjutnya. Pada kuartal II-2021 Airlangga memproyeksikan ekonomi bisa tumbuh pada level 6,9%-7,8% yoy.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading