Abaikan Komentar Yellen Soal Inflasi, Dow Futures Menguat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
05 May 2021 18:48
A commuter walks on Wall St. across from the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., January 10, 2019. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu (5/5/2021), menyusul koreksi saham-saham teknologi.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 79 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq kompak menguat, masing-masing sebesar 0,4% dan 0,6%. Saham General Motors lompat 2% setelah kinerjanya melampaui ekspektasi.

Kenaikan tersebut terjadi setelah perdagangan Mei diawali dengan penguatan setelah investor pada Senin memburu saham-saham siklikal yang bakal diuntungkan kinerjanya ketika ekonomi pulih.


Kemarin, saham Activision Blizzard naik lebih dari 6%, T-Mobile melesat 2,8% dan perusahaan aplikasi taksi online Lyft melesat 7% setelah semuanya melaporkan kenaikan penjualan melampaui ekspektasi pasar.

Pada Rabu, investor melepas saham teknologi dan saham yang berbasis pertumbnuhan, sehingga indeks Nasdaq Composite anjlok 1,9%. Saham Netflix melemah 1,2% Microsoft anjlok 1,6%, sementara Amazon dan Facebook tertekan masing-masing sebesar 2,2% dan 1,3%. Saham Apple juga anjlok 3,5% manakala saham Alphabet (induk usaha Google) tertekan 1,6%.

Indeks S&P 500 menghapus kenaikan yang dicetak pada Senin, dengan melemah 0,7%. Indeks Dow Jones Industrial Average juga tertekan, sebesar 20 poin, setelah anjlok lebih dari 300 poin. Sementara itu, indeks saham kapitalisasi pasar kecil Russell 2000 tertekan 1,3%.

Namun, beberapa aham yang diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi juga ikut tertekan, di antaranya maskapai, kasino, dan perusahaan pelayaran. Tekanan muncul dari kekhawatiran seputar kenaikan inflasi, kekhawatiran bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan melakukan penghentian stimulus moneter ke pasar, dan potensi kenaikan pajak.

Bursa saham juga menyentuh level terendahnya setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen menilai bahwa suku bunga acuan seharusnya dinaikkan untuk mencegah ekonomi AS kepanasan. "Ini bukan sesuatu hal yang saya prediksikan atau rekomendasikan," tuturnya.

Musim rilis laporan keuangan masih berlanjut, di antaranya oleh General Motors dan Hilton Worldwide. Meski kinerja membaik, pasar menilai beberapa saham sudah naik lebih dulu pada awal tahun sehingga perbaikan kinerja sudah tercermin pada pertumbuhan harga saham saat ini.

Pelaku pasar bakal memantau data slip gaji, di mana ekonom dalam polling Dow Jones mengekspektasikan akan ada penambahan 800.000 tenaga kerja pada April, naik dibandingkan dengan posisi Maret 517.000, menurut ADP. 

Demikian juga data mengenai Indeks Manajer Pembelian (Purhasing Managers' Index/PMI) sektor jasa yang akan dirilis pada hari Rabu ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Grab Bersiap Go Public di Wall Street


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading