Indosat Jual Tower Rp 10 T ke Digital Colony, Harganya Wajar?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
05 May 2021 15:55
penjualan 4.200 menara Indosat, 30 Maret 2021/Dok Indosat Foto: penjualan 4.200 menara Indosat, 30 Maret 2021/Dok Indosat

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan telekomunikasi milik Ooredoo Qatar, PT Indosat Tbk (ISAT) telah menetapkan PT EPID Menara Asset Co sebagai pembeli dari 4.247 menara telekomunikasi yang dilegonya. Transaksi ini juga sudah mendapat nilai wajar dari kantor jasa penilai publik.

Nilai penjualan ini mencapai US$ 750 juta atau setara dengan Rp 10,28 triliun (kurs sesuai SPA, sales and purchase agreement). EPID Menara Asset Co merupakan anak perusahaan dari Edge Point Singapura di Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh Digital Colony yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin dan Rekan (RSR) menyebut transaksi ini dalam nilai yang wajar dengan membandingkan harga rencana transaksi dengan total nilai pasar aset.


"Maka Rencana Transaksi adalah wajar karena Harga Rencana Transaksi berada dalam kisaran kewajaran batas atas dan batas bawah dari Total Nilai Pasar sebesar 7,5 persen sesuai POJK 35 Pasal 48," ungkap pengumuman laporan pendapat kewajaran yang disampaikan Ruky, Safrudin dan Rekan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (5/5/2021).

Selain itu, mengacu kepada pasal 8 di Draft SPA, terdapat kompensasi yang harus dibayarkan oleh perseroan atas tower selama survival period yaitu selama 6 bulan setelah tanggal penutupan, nilai kompensasinya berdasarkan perhitungan internal mencapai Rp 150 miliar.

Rencananya, setelah penjualan ini ditandatangani, Indosat akan menyewa kembali sebanyak 4.085 menara yang telah dilego tersebut kepada PT Epid Menara AssetCo.

Sedangkan, EPID Menara Asset Co juga akan menyewa 680 lahan milik Indosat. Penyewaan dilakukan karena menara itu terletak di atas lahan Indosat.

Sebagai catatan, Digital Colony telah menjadi pemain aktif dalam konsolidasi infrastruktur telekomunikasi di Asia dan Edgepoint dapat mengumpulkan 20.000 hingga 50.000 menara dalam 5 hingga 7 tahun ke depan.

Harga Wajar Penjualan Menara ISAT/Laporan RSRFoto: Harga Wajar Penjualan Menara ISAT/Laporan RSR
Harga Wajar Penjualan Menara ISAT/Laporan RSR

Berdasarkan penilaian RSR, dengan membandingkan harga rencana transaksi dengan total nilai pasar aset, maka rencana transaksi ISAT adalah wajar karena harga rencana transaksi berada dalam kisaran kewajaran batas atas dan batas bawah dari total nilai pasar sebesar 7,5% sesuai Peraturan OJK Nomor 35 Pasal 48.

Dengan mengaplikasikan pendekatan pendapatan dan pendekatan biaya, maka total nilai pasar aset tetap tower ISAT per tanggal 31 Desember 2020, adalah sebesar Rp 7.587.167.000.000 atau Rp 7,59 triliun.

"Analisis manfaat kuantitatif yang akan diterima perseroan sehubungan dengan rencana transaksi dilakukan dengan menghitung arus kas bersih untuk perusahaan - terhadap proyeksi keuangan perseroan untuk tahun 2021 - 2025, tanpa dan dengan melaksanakan rencana transaksi," tulis laporan RSR.

NPV (net present valueatas dana yang berasal dari rencana transaksi (proceed) terhadap nilai kini dari inkremental FCFF (free cash flow to the firmtanpa dan dengan rencana transaksi, dengan menggunakan WACC perseroan sebesar 10,05% untuk tahun 2021 dan 10,14% untuk tahun 2022 - 2025 adalah sebesar Rp 937 miliar.

Adapun weighted average cost of capital atau WACC merupakan rata-rata tertimbang dari tingkat pengembalian yang diharapkan.

"Dengan demikian, rencana transaksi secara finansial adalah layak karena akan menghasilkan NPV yang positif bagi para pemegang saham," tulis laporan RSR tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading