Erick Segera Tutup 7 BUMN Gurem, Iglas hingga Kertas Leces!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 May 2021 10:20
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 (Tangkapan Layar Youtube Bappenas RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan pada semester kedua tahun ini akan membubarkan tujuh perusahaan pelat merah. Perusahaan yang akan dibubarkan tersebut dinilai sudah tidak berkontribusi pada perekonomian sejak belasan tahun silam.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan BUMN yang dimaksud sudah tidak beroperasi sejak 2008 lalu sehingga pembubaran menjadi salah upaya yang yang diambil kementerian.

"Jadi itu dari 2008 mati beroperasi. Nah, kita akan dzolim kalau gak ada kepastian. BUMN yang sekarang pun dengan perubahan ini harus siap bersaing. Apalagi yang udah kalah bersaing," kata Erick di kantor Kementerian BUMN, Selasa (4/5/2021).


Perusahaan BUMN yang akan dibubarkan ini seperti misalnya PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Glas (Persero) atau Iglas dan PT Kertas Leces (Persero). Adapun empat BUMN gurem lainnya belum disebutkan oleh Erick Thohir.

Iglas adalah BUMN di bidang pembuatan kemasan gelas, khususnya botol. Perusahaan ini didirikan pada 29 Oktober 1956, sementara Kertas Leces adalah BUMN di Leces, Probolinggo dan bergerak di bidang produksi kertas.

Adapun Kertas Kraft Aceh (KKA) adalah BUMN penghasil kertas kantong semen. Komplek pabrik KKA dibangun pada 1985.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan perusahaan pelat merah yang akan dibubarkan ini saat ini sedang ditangani oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)/PPA.

Kartika juga menyinggung mengenai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) di mana perusahaan ini masih memiliki aset berupa fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Surabaya sekaligus kewajiban yang masih harus diselesaikan.

Dengan demikian, masuknya Merpati sebagai salah satu BUMN yang akan dibubarkan masih akan menjadi salah satu pertimbangan.

"Merpati perlu kajian. Ada pinjaman dan kreditur yang harus disiapkan. Salah satu dikaji [untuk dibubarkan]," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading