Setelah Bitcoin, Giliran Kripto Ethereum yang Libas Emas

Market - Tirta, CNBC Indonesia
03 May 2021 08:53
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pemegang emas berharap harga bakal meroket lagi seperti tahun lalu. Namun sayangnya tahun ini yang terjadi justru sebaliknya. Bagaimanapun juga optimisme emas bakal naik masih ada untuk jangka panjang. Namun bagaimana dengan minggu ini. 

Mengawali perdagangan perdana pekan ini, harga emas dunia di pasar spot cenderung tak bergeming dari level US$ 1.768/troy ons. April telah berganti Mei. Kinerja emas bulan lalu bisa dibilang lumayan karena berhasil menguat 3,6%. 


Tren penurunan yield obligasi pemerintah Paman Sam, dolar AS dan rontoknya aset kripto memberikan ruang bagi si logam kuning untuk menguat. Kenaikan inflasi di AS juga turut menaikkan harga aset tak berimbal hasil ini. 

Namun sayang kenaikan terpangkas akibat bangkitnya harga Bitcoin setelah terjun bebas ke bawah US$ 50.000/BTC. Kini Bitcoin tembus lagi level US$ 55.000/BTC dan sedikit tertahan di US$ 56.000/BTC. 

Ketika Bitcoin nampaknya sudah kehabisan bensin untuk lari kencang lagi, aset kripto lainnya yaitu Ethereum justru melesat. Ethereum terus mencatatkan rekor tertinggi barunya. Secara year to date, return aset digital ini hampir 300%. 

Di saat yang sama harga emas malah jatuh dan mengalami koreksi hampir 7% pada periode yang sama. Investor kini lebih berani untuk mengambil risiko. Investor ritel semakin menjamur di pasar kripto dan investor institusi berlomba untuk mencari perlindungan dari kenaikan inflasi.

Minggu lalu 15 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Konsensus cenderung terbelah. Sebagian memandang harga emas bakal turun minggu ini dan sebagian lagi netral.

Sementara itu dari total 954 suara yang diberikan dalam jajak pendapat Main Street secara online. Dari jumlah tersebut sebanyak 512 responden atau 54%, memprediksi emas bakal naik minggu ini. Sebanyak 249 lainnya atau 26%, mengatakan harga emas bakal turun dan sisanya 193 pemilih, atau 20% netral.

Untuk jangka waktu yang lebih panjang, emas berpeluang naik lagi. Apalagi jika inflasi terus meningkat tetapi harga aset kripto juga mengalami crash. 

"Ada sentimen risiko yang kuat di pasar saat ini, dan tidak ada yang ingin memegang aset emas yang membosankan," kata Bob Haberkorn broker komoditas di RJO Futures. "Investor melihat tempat menarik lainnya di pasar komoditas untuk menginvestasikan uang mereka."

Selagi aset kripto masing membayangi dan emas tak kunjung tembus level psikologis US$ 1.800/troy ons, maka rasanya berat untuk bisa kembali melesat dalam waktu dekat. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saat Bitcoin Crash! Harga Emas Melesat, Unstoppable!


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading