Emas Antam Ikut Harga Dunia, Melorot di Akhir Pekan

Investment - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
01 May 2021 20:40
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Antam kembali melorot pada perdagangan Sabtu (1/5/2021). Emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Pelemahan ini melanjutkan koreksi pada hari sebelumnya, Jumat (30/4).

Melemahnya harga emas Antam dipicu sejumlah sentimen negatif dari luar negeri dan domestik.

Emas Antam ukuran/satuan 1 gram turun 0,10% ke Rp 921.000/batang, melansir data dari situs resmi milik PT Antam,logammulia.com. Dalam sepekan, harga emas Antam sudah melorot 1,28%.


Emas Batangan

Harga per Batang

0,5 Gram

Rp 510.500

1 Gram

Rp 921.000

2 Gram

Rp 1.782.000

3 Gram

Rp 2.648.000

5 Gram

Rp 4.380.000

10 Gram

Rp 8.705.000

25 Gram

Rp 21.637.000

50 Gram

Rp 43.195.000

100 Gram

Rp 86.312.000

250 Gram

Rp 215.515.000

500 Gram

Rp 430.820.000

1000 Gram

Rp 861.600.000

Lesunya harga emas Antam akhir-akhir ini juga dipengaruhi harga emas dunia yang ikutan loyo.

Harga emas dunia pada perdagangan Kamis lalu (29/4) sebenarnya sempat menguat 0,48% di pagi hari setelah pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Kamis dini hari, bank sentral AS (The Fed) menegaskan tidak akan mengubah kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Suku bunga 0,25% masih akan dipertahankan setidaknya hingga tahun 2023, meskipun perekonomian AS diakui tumbuh lebih tinggi ketimbang prediksi.

Namun, seiring dengan sentimen kebangkitan mata uang kripto, harga emas dunia berbalik arah dan akhirnya melemah selama dua hari berturut-turut.

Popularitas Bitcoin cs memang membuat kilau logam kuning ini meredup. Selama ini banyak yang berspekulasi bahwa Bitcoin merupakan emas digital dan bisa dijadikan sarana lindung nilai (hedging) saat ada ekspektasi inflasi yang tinggi.

Di saat-saat seperti sekarang ini ketika bank sentral dunia memompa likuiditas lebih dari US$ 12 triliun ke sistem keuangan, banyak yang khawatir inflasi tinggi bakal terjadi. Pasokan uang yang tumbuh dengan pesat bisa memantik terjadinya kenaikan harga.

Hanya saja kali ini investor kurang melirik emas. Aset berupa mata uang kripto-lah yang diburu. Terjadi outflow di aset emas sementara Bitcoin kebanjiran inflow. Itulah yang terjadi tahun lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading