Disangkal Induk Shopee, Saham Bank Aladin Jadi Pecundang

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
30 April 2021 12:55
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank syariah PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK), yang baru saja mengganti namanya menjadi PT Bank Aladin Syariah Tbk, anjlok hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB) pada sesi I perdagangan hari ini, Jumat (30/4/2021).

Amblesnya saham BANK hari ini terjadi pascamanajemen Sea Ltd, induk dari e-commerce Shopee yang berbasis di Singapura, mengungkapkan pihaknya belum melakukan diskusi terkait kerja sama strategis dengan bank yang didirikan sejak 25 tahun silam tersebut.

Selain saham BANK, saham emiten pialang efek milik holding Grup Kresna, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), juga terjatuh sebagai top losers siang ini. Para pelaku pasar tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah saham KREN melaju di zona hijau selama 5 hari beruntun.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hari ini. IHSG merosot 0,33% ke posisi 5.993,35 pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (30/4).

Menurut data BEI, ada 193 saham naik, 257 saham merosot dan 160 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,75 triliun dan volume perdagangan mencapai 10,60 miliar saham.

Investor asing pasar saham angkat kaki dari bursa domestik dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 45,84 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 10,28 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (30/4).

Top Gainers

  1. Mulia Industrindo (MLIA), saham +24,49%, ke Rp 915, transaksi Rp 14,5 M

  2. Island Concepts Indonesia (ICON), +21,21%, ke Rp 120, transaksi Rp 5,6 M

  3. Kioson Komersial Indonesia (KIOS), +21,00%, ke Rp 605, transaksi Rp 25,8 M

  4. Sidomulyo Selaras (SDMU), +14,55%, ke Rp 63, transaksi Rp 4,6 M

  5. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), +8,86%, ke Rp 2.150, transaksi Rp 120,1 M

Top Losers

  1. Bank Net Indonesia Syariah (BANK), saham -6,81%, ke Rp 3.420, transaksi Rp 56,2 M

  2. Bank Ganesha (BGTG), -5,56%, ke Rp 119, transaksi Rp 11,1 M

  3. DMS Propertindo (KOTA), -4,76%, ke Rp 320, transaksi Rp 138,7 M

  4. Kresna Graha Investama (KREN), -4,38%, ke Rp 153, transaksi Rp 16,7 M

  5. Timah (TINS), -2,57%, ke Rp 1.705, transaksi Rp 75,7 M

Mengacu pada data di atas, saham emiten produsen bahan gelas, MLIA, berhasil menduduki 'pemuncak klasemen' top gainers siang ini.

Saham MLIA melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) sebesar 24,49% ke Rp 915/saham. Dengan ini, saham MLIA telah mencatatkan reli penguatan selama 4 hari beruntun.

Adapun dalam sepekan, saham yang melantai di bursa sejak 1994 ini melejit 53,78%, sedangkan dalam sebulan melaju kencang 36,57%.

Berbeda dengan MLIA, saham Bank Aladin Syariah, BANK, malah terjungkal hingga ARB sebagai top losers sebesar 6,81% ke Rp 3.420/saham. Nilai transaksi saham BANK sebesar Rp 56,2 miliar.

Dengan pelemahan ini, penguatan saham BANK selama dua hari beruntun terpaksa terhenti. Kamis (29/4) kemarin, misalnya, saham BANK menguat 3,38% ke Rp 3.670/saham.

Dalam sepekan, saham Bank Aladin tertekan, dengan penurunan sebesar Rp 5,26%. Adapun dalam sebulan saham ini melonjak sampai 29,06%.

Kendati melemah, investor asing tercatat masuk ke saham BANK dengan catatan beli bersih sebesar Rp 134,75 juta.

Sebelumnya, sang induk Shopee, Sea Ltd, mengklarifikasi, pihaknya belum melakukan pembahasan soal kerja sama strategis dengan manajemen Bank Aladin.

"Baik Shopee maupun Sea tidak sedang mengadakan atau melakukan diskusi apa pun terkait kerja sama strategis dengan Bank Aladin," tulis manajemen Sea dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (29/4).

Pernyataan ini seakan membantah statement dari manajemen Bank Aladin Syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ini.

Manajemen BANK dalam suratnya kepada BEI mengakui memang ada pendekatan dengan calon investor strategis, salah satunya potensi masuknya Sea Ltd.

Sebetulnya kabar tersebut pertama kali diembuskan dalam laporan The Straits Times, media asal Singapura, berdasarkan sumber yang mengetahui kabar pasar ini. Sumber tersebut menyebutkan Sea sedang mengincar Bank Aladin Syariah untuk menjadi partner online dari anak usahanya Shopee.

Ali Akbar Hutasuhut, Head of Corporate Secretary BANK, mengatakan saat ini perseroan dalam tahap penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis.

"Salah satunya dengan Shopee. Selain itu, pada saat ini perseroan belum memiliki informasi lainnya yang dapat disampaikan untuk keterbukaan informasi," katanya, dalam keterbukaan informasi di BEI, Kamis (29/4/2021).

Namun dia menegaskan hingga saat ini belum ada transaksi, lantaran saat ini perseroan masih dalam tahap penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis.

Saat ini BANK sedang berencana akan melakukan penambahan modal dengan menerbitkan saham baru atau rights issue dan saat ini perseroan sedang melakukan penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis untuk mengembangkan bisnis perseroan.

Sama dengan BANK, saham induk usaha Grup Kresna, KREN, juga melorot 4,38% ke Rp 153/saham. Nilai transaksi KREN tercatat sebesar Rp 16,7 miliar.

Amblesnya saham KREN hari ini tampaknya akibat aksi profit taking oleh para investor, lantaran selama 5 hari beruntun saham ini terus melaju kencang di zona hijau.

Kemarin, misalnya, saham KREN melonjak 15,11% ke Rp 160/saham dan menduduki tiga besar top gainers.

Dalam sepekan, saham ini melesat 25,41%, sementara dalam sebulan saham KREN sudah terbang 109,59%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading