Laba Unilever Drop Jadi Rp 1,7 T di Q1, Ini Biang Keroknya!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 April 2021 10:11
The logo of the Unilever group is seen at the Miko factory in Saint-Dizier, France, May 4, 2016. REUTERS/Philippe Wojazer/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan laba bersih di akhir kuartal I-2021 lalu senilai Rp 1,69 triliun. Nilai ini turun sebesar 8,83% year on year (YoY) dari sebelumnya senilai Rp 1,86 triliun di akhir periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai laba bersih per saham perusahaan juga mengalami penurunan tipis menjadi Rp 45 dari Rp 49/saham.

Penurunan laba bersih ini terjadi karena pendapatan perusahaan juga turun tipis 7,80% YoY menjadi senilai Rp 10,28 triliun di akhir Maret lalu, dari sebelumnya pendapatan perusahaan di akhir Maret 2020 yang sebesar Rp 11,15 triliun.


Baik penjualan di dalam dan luar negeri pada tiga bulan pertama tahun ini mengalami penurunan. Di dalam negeri terjadi penurunan penjualan 7,58% sedangkan ekspor turun hingga 12,19%.

Kategori makanan menjadi penopang utama pertumbuhan Perseroan dengan mencatat pertumbuhan 3,7%.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan penurunan ini terjadi karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat dikarenakan Covid-19 belum berlangsung pada kuartal I 2020.

"Pascaliburan tahun baru 2021 kenaikan kasus Covid-19 berdampak pada pemberlakuan kembali pembatasan pergerakan, menyebabkan pertumbuhan pasar industri konsumen masih terus mengalami perlambatan. Namun, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun dan peningkatan margin laba sebelum pajak melalui optimalisasi dalam beberapa aspek, termasuk langkah-langkah penekanan biaya operasional," kata dia dalam siaran persnya, Jumat (30/4/2021).

Di tahun ini, kata Ira, perusahaan akan mengandalkan inovasi yang tepat sasaran memenuhi kebutuhan konsumen saat ini dan terus beriorientasi pada pertumbuhan jangka panjang, sehingga perusahaan dapat dapat mengatasi berbagai tantangan dan siap menyambut dengan maksimal begitu momentum pemulihan ekonomi tiba.

Pada periode tersebut, tercatat nilai aset UNVR menjadi sebesar Rp 21,64 triliun, mengalami kenaikan dari posisi akhir Maret 2020 yang senilai Rp 20,53 triliun. Aset lancar tercatat mencapai Rp 9,98 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 11,66 triliun

Di pos liabilitas, terjadi penurunan tipis sepanjang kuartal I-2021 menjadi Rp 15,08 triliun dari sebelumnya Rp 15,59triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 12,73 triliun dan liabilitas jangka panjang ditutup di angka Rp 2,34 triliun.

Ekuitas perusahaan di akhir Maret 2020 lalu mencapai Rp 6,58 triliun, naik dari posisi akhir periode yang sama di 2020 yang sebesar Rp 4,93 triliun.

Dari pasar modal saham UNVR pada pukul 10.08 WIB, Jumat ini (30/4), turun 0,41% di posisi Rp 6.025/saham. Sepekan sahamnya minus 0,82% dan sebulan juga turun 9%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading