Investasi Saham Pakai THR? Jangan Beli Dulu Sebelum Baca Ini!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
29 April 2021 18:57
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penggunaan tunjangan hari raya (THR) disarankan untuk bisa digunakan dengan bijak. Agar tak cepat boncos atau habis, ada baiknya untuk menyisihkan uang THR untuk berinvestasi sepeti saham. Ada beberapa tips yang bisa diterapkan jika ingin berinvestasi saham menggunakan uang THR.

Direktur NH Korindo Sekuritas, Amir Suhendro Samirin menjelaskan bagi masyarakat yang ingin memulai berinvestasi saham, ada baiknya sebelum membeli melihat terlebih dahulu fundamental keuangan emiten saham yang akan dituju.

"Jadi, untuk kepentingan jangka panjang, pastikan fundamentalnya baik. [...] Untuk kepentingan jangka panjang, cari lah saham dengan nilai yang murah atau sangat murah," jelas Amir dalam program Invest Time di CNBC Indonesia TV, yang dikutip Kamis (29/4/2021).


Amir juga menyarankan untuk bisa meniru gaya berinvestasi ala Lo Kheng Hong. Di mana, miliarder asal Indonesia itu, dalam memilih saham akan melihat seperti apa profil perusahaannya, manajemennya, dan sebagainya. Namun, dia baru akan membeli saham ketika harga saham sedang murah.

"Pilihan beliau utamanya adalah yang dibeli dengan price to value rendah. Cari price to value yang rendah itu berapa," ujarnya.

Misalnya saja kata Amir, semisal harga sebuah saham price to value-nya adalah 0,2, dibandingkan dengan nilai perusahaan itu misalnya sebesar 100. Jadi, investor hanya perlu membayar 22% dari nilai perusahaan itu.

"Jadi hanya 22% anda harus membayar dibandingkan nilai perusahaan itu sendiri atau book value perusahaan itu sendiri," ujarnya.

Kendati demikian, Amir tidak menyarankan bagi para investor untuk membeli saham gocapan.

"Yang murah itu saham gocapan, tapi nggak ada gunanya dibeli. Karena dia akan di situ-situ saja, dan bahkan pada gilirannya bisa terdepak keluar dari bursa atau delisting," ujarnya.

Di masa-masa lebaran, kata Amir ada saham-saham consumer good yang bisa direkomendasikan untuk dikoleksi. Karena, di bulan Ramadhan seperti ini saham-saham consumer good transaksi penjualannya bisa mencapai 50% dalam setahun.

"Misalnya, saham Ramayana Agro Lestari, itu bisa penjualannya selama puasa dan lebaran bisa 50% dari penjualan setahun," tuturnya.

Di tengah pasar saham yang tidak bergairah saat ini, Amir menyarankan bagi para investor untuk bisa mendapatkan cuan dengan mengoleksi saham-saham yang ada di dalam kelompok IDX30 atau LQ45.

Indeks IDX30 merupakan indeks utama (headline index) yang mengukur performa dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung fundamental yang baik.

Adapun saham LQ45 merupakan indeks pasar saham yang terdaftar di BEI yang beranggotakan 45 perusahaan emiten dengan ukuran utamanya adalah likuiditas. Saham-saham LQ45 juga diseleksi dengan kriteria tertentu oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Nah saham apa saja yg harus dibeli, kalau di BEI ada sekelompok saham IDX30 atau 30 saham yang sudah dipilih, itu saham terkenal baik dan sudah teruji paling tidak 10 tahun untuk di pasar dengan kapitalisasi cukup besar," jelas Amir.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading