Baru Rilis Lapkeu, BMRI Diborong Asing & Fly to The Moon

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
28 April 2021 09:34
Konferensi pers virtual paparan kinerja kuartal I-2021 Bank Mandiri  (Dok. Bank Mandiri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank BUMN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melanjutkan penguatan pada awal perdagangan hari ini, Rabu (28/4/2021). Kenaikan saham BRMI diiringi oleh aksi borong oleh investor asing.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.26 WIB, saham bank yang melantai di bursa sejak 2003 silam ini melesat 2,48% ke Rp 6.200/saham.

Penguatan pagi ini melanjutkan kenaikan pada perdagangan Selasa (27/4) kemarin. Adapun pada Selasa (27/4), saham BMRI ditutup naik 1,26% ke Rp 6.050/saham.


Seiring dengan menguatnya saham BMRI, asing tercatat ramai-ramai masuk dengan catatan beli bersih asing senilai Rp 61,84 miliar.

Dengan penguatan ini saham BMRI sudah naik 1,22% dalam sepekan belakangan.

Kabar teranyar, BMRI baru saja melaporkan kinerja keuangan kuartal I 2021. Menurut laporan keuangan perusahaan, secara konsolidasi Bank Mandiri berhasil membukukan laba sebelum provisi (PPOP) sebesar Rp 14,1 triliun di kuartal I-2021, tumbuh 1,7% dari periode yang sama tahun lalu, dengan realisasi laba bersih mencapai Rp 5,92 triliun.

Adapun laba bersih tersebut terkoreksi 25,25% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,92 triliun. Manajemen mengungkapkan secara total laba anak usaha berkontribusi mencapai 14,7% terhadap kinerja konsolidasi Bank Mandiri di 3 bulan pertama tahun ini.

Secara rinci, sumbangan laba terbesar dari anak usaha dikontribusi oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI, bank hasil merger tiga bank syariah BUMN yang laporan keuangannya masuk di Bank Mandiri, dari sebelumnya yakni di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ketika BSI masih bernama PT Bank BRISyariah Tbk.

Sementara itu, secara kinerja, performa kuartalan terbaik dicatatkan PT Mandiri Sekuritas (Mansek) yang mampu mencatatkan nilai perdagangan saham (trading equity value) mencapai Rp 160,7 triliun atau meroket 160,5% pada periode tersebut.

Berikutnya di posisi kedua yakni kinerja kredit dari PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) yang mencapai Rp 27,5 triliun atau naik 26,3%.

Selanjutnya kinerja pembiayaan BSI mencapai Rp 159,1 triliun atau naik 14,7%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading