OJK: Kurangnya GCG Jadi Penyebab Maraknya Kasus Asuransi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 April 2021 17:35
Ojk

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan maraknya berbagai kasus di perusahaan asuransi belakangan ini disebabkan karena beberapa perusahaan tidak menjalankan tata kelola perusahaan (good corporate governance) dengan baik.

Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Supriyono menjelaskan, regulator sangat menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik karena ini menjadi tonggak yang penting bagi perusahaan menjalankan bisnis.

Hal ini diperkuat dengan peraturan OJK sejak tahun 2014 mengenai pentingnya implementasi GCG ini dan kemudian diperbarui pada 2016 dan terakhir di 2019.


"Banyaknya kasus memang sebagian besar kurangnya penerapan GCG di perusahaan. Kalau pakai metafora, GCG seperti akar yang tidak kelihatan dari luar, tapi kelihatan buah dan daunnya. Kalau akarnya kuat, pohonnya akan survive," kata Supriyono, dalam webinar, Selasa (27/4/2021).

Meski dia mengakui, banyak perusahaan asuransi yang mengalami gagal bayar akibat pandemi Covid-19. Namun, apabila perusahaan tersebut memiliki akar yang kuat, dalam hal GCG yang baik, perusahaan masih dapat bertahan dan menghasilkan berbagai produk asuransi yang berkualitas.

"Pandemi Covid-19 ini menjadi bukti, hanya perusahaan yang memiliki GCG dengan implementasi bagus yang mampu bertahan. Kita pun perlu meninjau ulang isu-isu fundamental, apa saja yang masih bolong-bolong untuk kita improve lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Supriyono, penerapan GCG ini perlu komitmen berbagai pemangku kepentingan. Salah satu yang ditekannya ialah peran komisaris dan direksi yang harus lebih berfungsi lebih optimal lagi. Selain itu, berbagai aspek juga harus diperkuat seperti manajemen risiko, pengendalian internal, hingga berbagai rencana strategis perusahaan ke depan.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading