Megaskandal Asabri

Istri Tersangka, 2 Bos Asabri & 7 Saksi Dicecar soal Asabri

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 April 2021 19:28
Ilustrasi Gedung Asabri (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 10 orang sebagai saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT Asabri (Persero).

Sebanyak 10 saksi yang diperiksa pada Selasa (27/4), di antaranya dua orang pejabat Asabri dan istri dari tersangka IWS, alias Ilham W Siregar, Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017.

Berikut 10 saksi yang diperiksa:



1. HE selaku Kepala Divisi Investasi PT. Asabri;
2. JHPM selaku Direktur Investasi PT. Asabri;
3. AWA selaku Direktur Utama PT. Millenium Capital;
4. ST selaku Direktur Utama PT. Trimegah Sekuritas Indonesia;
5. GR selaku Institutional Equity Sales PT. Trimegah Sekuritas Indonesia;
6. RW selaku Amin Institutional Sales PT. Trimegah Sekuritas Indonesia;
7. DA selaku Direktur PT. Treasure Fund Investama;
8. AIP selaku Istri Tersangka IWS;
9. APS selaku Komisaris PT. Bumi Teknokultura Unggul, Tbk;
10. IAS selaku Direktur PT. Corfina Capital tahun 2016-2018.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada Asabri," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan resmi, Selasa (27/4/2021).

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan. (K.3.3).

Sebagai informasi, kerugian negara sementara dari kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi periode 2012-2019 di Asabri masih menjadi yang terbesar di Indonesia yakni mencapai Rp 23,74 triliun menurut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kejagung sudah menetapkan sembilan nama sebagai tersangka di kasus ini.

Mereka antara lain Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri (ARD) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2011-2016, Letjen Purn Sonny Widjaja (SW) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2016-2020, dan Bachtiar Effendi (BE) sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri periode 2012-2015.

Lainnya yakni Hari Setianto (HS), Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013-2019.

Selanjutnya, Ilham W Siregar (IWS), Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017, Lukman Purnomosidi (LP), Presiden Direktur PT Prima Jaringan & Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), Heru Hidayat (HH) Presiden PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Benny Tjokrosaputro (BT) atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) dan Jimmy Sutopo (JS), Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading