Internasional

AS-China Tegang, IPO TikTok Jadi Korban, Terancam Batal!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
25 April 2021 17:25
FILE - In this July 21, 2020 file photo, a man opens social media app 'TikTok' on his cell phone, in Islamabad, Pakistan. President Donald Trump said Saturday, Sept. 19, 2020 he’s given his “blessing” to a proposed deal between Oracle and Walmart for the U.S. operations of TikTok, the Chinese-owned app he’s targeted for national security and data privacy concerns. (AP Photo/Anjum Naveed, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana perusahaan induk media sosial TikTok, Bytedance Ltd, melantai di bursa saham rupanya tak berjalan mulus. Baru-baru ini, rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO0 Bytedance harus ditunda karena terganjal regulasi dari pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China.

"Pemilik aplikasi video paling populer di China Douyin [istilah TikTok di China] menghadapi kesulitan dalam menemukan struktur bisnis yang dapat menyenangkan Beijing dan Washington," tulis laporan tersebut dilansir South China Morning Post, dikutip Minggu (25/4/2021).

Salah satu tantangan utama terletak pada pemisahan operasional bisnis Douyin yang berbasis di China dari operasi global TikTok mengingat kedua aplikasi memiliki algoritme yang sama.


Menurut keterangan seorang pejabat pemerintah yang berbasis di Beijing yang terlibat dalam pengaturan rencana IPO ByteDance, dia mengatakan, IPO ini harus ditunda karena ketegangan antara AS dan China.

Setelah berminggu-minggu spekulasi bahwa penawaran umum semakin dekat, perusahaan rintisan yang digandrungi kaum muda ini belum lama menyatakan, mereka saat ini tidak memiliki rencana untuk melakukan IPO.

Selain itu, mereka telah melakukan kajian secara komprehensif dengan kesimpulan, mereka masih belum memenuhi persyaratan pencatatan saham.

Namun demikian, spekulasi rencana go public Bytedance kian mencuat setelah perusahaan pada bulan lalu mempekerjakan kepala keuangan pertamanya, Chew Shou Zi, yang sebelumnya mengawasi IPO Xiaomi Corp. Hal ini menyebabkan kenaikan harga saham Xiaomi dalam beberapa pekan terakhir.

Aplikasi berbagi video TikTok, yang sangat populer di AS kini telah menjadi sumber ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Washington mengklaim itu adalah potensi ancaman keamanan jika aplikasi tersebut digunakan untuk propaganda atau jika pemerintah China menggunakan data yang dikumpulkan untuk membuat profil orang Amerika.

Mantan Presiden AS Donald Trump, sebelumnya berusaha melarang penduduk AS berbisnis dengan TikTok tetapi upaya itu gagal di pengadilan. ByteDance juga berada di bawah tekanan untuk menjual operasinya di AS dan mencapai kesepakatan dengan perusahaan Amerika termasuk Oracle Corp. dan Walmart Inc. tahun lalu.

Meski demikian, kebijakan itu sekarang itu masih ditunda karena pemerintahan Presiden AS Joe Biden meninjau kebijakannya terhadap China.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading