Gainers-Losers

Saham Duo Matahari Ngamuk, Giliran Sritex-Emtek Nyungsep!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
22 April 2021 12:38
Dok. Matahari

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak duo saham emiten ritel Grup Lippo, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), berhasil menjadi top gainers pada sesi I hari ini, Kamis (22/4/2021).

Berbanding terbalik, saham emiten tekstil dan garmen PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dan emiten media dan teknologi Grup Emtek PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) malah ambles menjadi top losers.

Setelah sempat menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya merosot kembali hari ini. IHSG turun 0,16% ke posisi 5.983,78 pada penutupan sesi I perdagangan, Kamis (24/2).


Menurut data BEI, ada 172 saham naik, 268 saham merosot dan 189 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,95 triliun dan volume perdagangan mencapai 9,55 miliar saham.

Investor asing pasar saham angkat kaki dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 197,61 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 26,72 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (24/2).

Top Gainers

  1. Matahari Putra Prima (MPPA), saham +19,57%, ke Rp 825, transaksi Rp 97,2 M

  2. Matahari Department Store (LPPF), +14,94%, ke Rp 1.770, transaksi Rp 76,1 M

  3. ICTSI Jasa Prima (KARW), +11,43%, ke Rp 117, transaksi Rp 5,0 M

  4. Triputra Agro Persada (TAPG), +7,69%, ke Rp 770, transaksi Rp 381,7 M

  5. Sidomulyo Selaras (SDMU), +6,78%, ke Rp 63, transaksi Rp 5,2 M

Top Losers

  1. DMS Propertindo (KOTA), saham -6,54%, ke Rp 286, transaksi Rp 208,5 M

  2. Sri Rejeki Isman (SRIL), -5,71%, ke Rp 165, transaksi Rp 25,5 M

  3. Elang Mahkota Teknologi (EMTK), -4,18%, ke Rp 2.290, transaksi Rp 70,1 M

  4. Lotte Chemical Titan (FPNI), -4,13%, ke Rp 232, transaksi Rp 8,1 M

  5. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), -4,07%, ke Rp 2.120, transaksi Rp 22,6 M

Menurut data di atas, dua saham emiten ritel dan department store Grup Lippo, MPPA dan LPPF menduduki peringkat satu dan dua top gainers pada sesi I ini.

MPPA naik 19,57% ke Rp 825/saham dengan nilai transaksi Rp 97,2 miliar. Dalam sepekan MPPA sudah melesat 22,22%, sementara dalam sebulan sudah melonjak 240,91%.

Sementara, sang 'saudara', LPPF, naik 14,94% ke Rp 1.770/saham dengan nilai transaksi Rp 76,1 miliar.

LPPF berhasil rebound siang ini, setelah kemarin (21/4) terkoreksi 0,96% ke Rp 1.540/saham.

Dalam seminggu LPPF melesat 17,22%, sedangkan dalam sebulan melesat 25,53%.

Sementara, emiten tekstil SRIL anjlok menjadi pecundang, yakni 5,71% ke Rp 165/saham. Dengan ini SRIL sudah ambles selama tiga hari beruntun, atau sejak Selasa (20/4).

Adapun dalam sepekan SRIL sudah ambles 9,84% dan sebulan anjlok 22,90%.

Terbaru, Sritex mengalami penurunan laba bersih sebesar 2,65% secara tahunan (year on year/YoY). Laba bersih yang tercatat dalam laporan keuangan 2020 sebesar Rp US$ 85,32 juta (Rp 1,19 triliun, asumsi kurs Rp 14.000/US$) dari sebelumnya US$ 87,65 juta di akhir 2019.

Penurunan laba bersih ini terjadi di tengah kenaikan pendapatan perusahaan. Tercatat pertumbuhan pendapatan sebesar 8,52% YoY menjadi US$ 1,28 miliar (Rp 17,95 triliun) di akhir Desember 2020, dari US$ 1,18 miliar di akhir periode yang sama tahun sebelumnya.

Sama dengan SRIL, saham emiten kendaraan investasi milik taipan Eddy K. Sariaatmadja EMTK tersungkur 4,18% ke Rp 2.290/saham ke Rp 70,1 miliar. Praktis, dengan ini EMTK sudah terbenam di zona merah selama empat hari beruntun.

Dalam seminggu terakhir EMTK ambles 10,20%, sementara dalam sebulan turun 6,15%.

Teranyar, salah satu raksasa ride hailing di Asia Tenggara Grab Holdings Inc. alias Grab resmi menjadi pemegang saham Emtek. Grab membeli 4,6% saham Emtek lewat H Holding Inc.

Grab memanfaatkan skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement yang digelar Emtek akhir Maret lalu. Dari total jumlah private placement Rp 9,2 triliun, Grab menyuntikkan modal dengan membeli saham baru Emtek senilai Rp 4 triliun.

Dengan masuknya Grab ke Emtek akan mengembangkan peluang bisnis baru di sektor digital dan media, termasuk di layanan kesehatan. Belum lama ini ini Emtek juga telah melaksanakan private placement untuk memperkuat permodalan dalam mengembangkan bisnis terutama di bidang-bidang tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading