Properti Mulai Bergerak, Laba CTRA Tumbuh 14% pada 2020

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
22 April 2021 12:40
Logo Ciputra/CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti Grup Ciputra, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) melaporkan kinerja keuangan 2020 dan hasilnya positif, meskipun ada Pandemi Covid-19 sepanjang tahun lalu.

Menurut laporan keuangan 2020 perusahaan di website Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih perusahaan naik 14,05% menjadi Rp 1,32 triliun per 31 Desember 2020, dari laba bersih Rp 1,16 triliun pada akhir tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih ini diiringi dengan tumbuhnya pendapatan perusahaan sebesar 6,07% dari Rp 7,61 triliun pada 2019 menjadi Rp 8,07 triliun pada tahun lalu.


Lebih rinci, secara segmen, penjualan neto rumah hunian dan ruko masih menyumbang porsi pendapatan tertinggi, yakni 57,52%. Segmen penjualan neto rumah hunian dan ruko membukukan pendapatan Rp 4,64 triliun. Kemudian, di posisi kedua, penjualan neto apartemen mencetak pendapatan sebesar Rp 1,08 triliun.

Selanjutnya, pendapatan dari penjualan segmen kantor Rp 455,94 miliar, kapling sebesar Rp 414,31 miliar.

Selain dari penjualan neto, pendapatan CTRA juga berasal dari pendapatan usaha lainnya. Misalnya, pendapatan usaha dari pusat niaga Rp 504,74 miliar dan rumah sakit sebesar Rp 455,47 miliar.

Seiring dengan meningkatnya pendapatan, beban pokok usaha juga meningkat 3,48% dari Rp 3,82 triliun pada 2019 menjadi Rp 3,95 triliun di sepanjang tahun lalu.

Per akhir 2020, total aset CTRA mencapai Rp 39,26 triliun, naik 8,45% dari Rp 36,19 triliun dari tahun sebelumnya. Liabilitas perusahaan tercatat meningkat 18,24% menjadi Rp 21,80 triliun. Adapun total ekuitas perusahaan tercatat turun 1,71% menjadi sebesar Rp 17,46 triliun.

Dalam informasi tambahan di laporan keuangan, manajemen mengakui adanya dampak negatif yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, yang menyebabkan perlambatan perekonomian global dan domestik.

"Manajemen terus memantau scara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta bekerja aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya," tulis manajemen CTRA, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (22/4/2021).

Adapun saham CTRA ditutup ambles 2,18% ke Rp 1.120/saham pada penutupan sesi I perdagangan hari ini. Nilai transaksi CTRA tercatat sebesar Rp 18,58 miliar. Di tengah pelemahan tersebut, asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 5,75 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading