Sepi! Efek Pandemi Covid-19, Ruang Mal Cuma Terisi 70%

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
21 April 2021 16:50
Ilustrasi Mal Pondok Indah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada tahun ini masih banyak penyewa ritel di pusat belanja yang menutup usahanya. Akibat dari tingkat kunjungan mal juga daya beli masyarakat yang menurun imbas pandemi.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, membenarkan kalau banyak toko yang tutup. Dari catatan APPBI, tingkat akupansi hanya 60%-70% secara rata - rata nasional di tahun ini.

"Dari tahun 2020 tingkat okupansi keterisian mal oleh tenan turun 10%- 20%, kondisi ini masih terjadi di tahun ini. Sekarang tenan hanya mengisi 60% - 70%. Penyewa banyak yang menunda atau membatalkan usaha baru karena memilih menunggu situasi ekonomi, sehingga investasi saat ini belum jelas," jelasnya kepada CNBC Indonesia program Squawk Box, Rabu (21/4/2021).


Alphonzus Penutupan ritel juga karena akumulasi buruknya kinerja dari tahun sebelum pandemi yang menguras daya tahan pelaku usaha. Akhirnya memutuskan untuk menutup sementara atau selamanya. Seperti yang terjadi di beberapa gerai supermarket hingga gerai pakaian.

Tapi dia tidak memungkiri saat ini beberapa pusat belanja baru ada yang buka. Seperti Pondok Indah III, di akhir 2020 kemarin ada Ashta District SCBD dan Senayan Park Mal (Spark), Green Sedayu Mall. Menurut Alphonzus, memang beberapa mal harus terpaksa membuka karena persoalan pembangunan.

"Karena ada yang tidak bisa menunda pembukaan mal karena konstruksi saat pandemic sudah diatas 50%, kalau tidak dibuka kerugiannya bisa lebih besar, kecuali yang progresnya di bawah 50% itu bisa ditunda," jelas Alphonzus.

Asal tahu saja, tingkat kedatangan mal juga menurut catatan APPBI membaik, dibandingkan 2020 lalu yang hanya tersisa 20%, kini menjadi rata-rata 50% imbas dari pelonggaran PPKM Mikro. Tahun ini juga diyakini lebih baik oleh pengusaha mal karena optimisme pertumbuhan ekonomi dan vaksinasi.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading