Terkuak! Gegara Ini Harga Minyak ICP Melesat Jadi US$ 63,50

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
21 April 2021 09:35
Lapangan minyak yang dikelola Pertamina Internasional EP (PIEP) di luar negeri. Dok: Pertamina Hulu Energi

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2021 melesat 5,2% menjadi US$ 63,50 per barel dibandingkan Februari 2021 sebesar US$ 60,36 per barel.

Sebagai perbandingan, harga minyak mentah dunia mengalami apresiasi pada perdagangan Selasa kemarin (20/4/2021), dan membuatnya kembali ke level tertinggi dalam sebulan terakhir.

Harga kontrak futures (berjangka) Brent naik 0,76% ke US$ 67,56/barel dan kontrak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,58% ke US$ 63,75/barel. Harga minyak naik 4% sepanjang bulan ini.



Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kenaikan ICP ini disebabkan oleh optimisme pasar atas kegiatan perekonomian di dunia serta membaiknya permintaan minyak mentah yang didukung dengan pengaturan pasokan minyak mentah yang efektif.

Kondisi objektif tersebut mengerek harga minyak mentah di pasar internasional selama bulan Maret 2021.

"Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Maret 2021 ditetapkan sebesar US$ 63,50 per barel," bunyi Kepmen ESDM Nomor 64.K/MG.03/MEM.M/2021 tanggal 5 April 2021, dikutip dari situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, dikutip Rabu, (21/4/2021).

Tim Harga Minyak Indonesia menyebut selain optimisme pasar dan membaiknya permintaan minyak mentah, kenaikan harga minyak di pasar internasional juga dipengaruhi kesepakatan OPEC+ untuk melanjutkan pemotongan produksi hingga Bulan April 2021.

Selain itu, faktor lainnya yakni tingkat kepatuhan OPEC+ di bulan Februari 2021 mencapai 113%.

"[Sentimen lain yakni] disetujuinya Paket Stimulus AS sebesar US$ 1,9 triliun yang diproyeksikan akan meningkatkan ekonomi AS dan ekonomi global pada umumnya," kata Tim Harga Minyak Indonesia.

Berdasarkan publikasi dari International Energy Agency (IEA) bulan Maret 2021 disebutkan bahwa permintaan minyak mentah global di tahun 2021 diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan sebesar 5,5 juta barel per hari.

Pasokan minyak mentah global di bulan Februari 2021 turun sebesar 2 juta barel per hari akibat cuaca dingin yang ekstrim di AS dan Arab Saudi

Kemudian berdasarkan publikasi OPEC bulan Maret 2021, proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2021 naik sebesar 0,22 juta barel per hari dari 96,05 juta barel per hari menjadi sebesar 96,27 juta barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

Penyebab kenaikan lainnya adalah berdasarkan publikasi US Energy Information Administration (EIA) bulan Maret 2021, stok gasoline AS turun sebesar 13 juta barel menjadi 230,5 juta barel dibandingkan stok di bulan Februari 2021.

"Terakhir, jumlah rig di AS mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak bulan November 2020," jelas Tim Harga.

Sementara itu untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh throughput (tingkat pengolahan) kilang di China mencapai rekor tertinggi sebesar 14,3 juta barel per hari.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional:


- Dated Brent naik sebesar US$ 3,41 per barel dari US$ 62,22 per barel menjadi US$ 65,63 per barel.

- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 3,30 per barel dari US$ 59,06 per barel menjadi US$ 62,36 per barel.

- Basket OPEC naik sebesar US$ 3,59 per barel dari US$ 61,04 per barel menjadi US$ 64,63 per barel.

- Brent (ICE) naik sebesar US$ 3,42 per barel dari US$ 62,28 per barel menjadi US$ 65,70 per barel.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading