Erick Rombak Komisaris-Direksi WSKT, Eks Stafsus Jokowi Masuk

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 April 2021 12:12
Menteri BUMN Erick Thohir (CNBC Indonesia/ Cantika Adinda Putri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten BUMN konstruksi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) selesai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 pada Jumat pekan lalu (19/4/2021).

Berdasarkan laporan hasil RUPST tersebut, pemegang saham perseroan dalam hal ini Kementerian BUMN yang dipimpin Menteri Erick Thohir melakukan pergantian direktur dan komisaris perusahaan.

Satu nama yang masuk dalam jajaran komisaris ialah eks Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bidang Ekonomi periode 2008-2019 Ahmad Erani Yustika.


Secara umum, di jajaran komisaris, sudah tidak ada lagi nama Danis Hidayat Sumadilaga yang sebelumnya menjabat komisaris dan Viktor S Sirait yang menjabat komisaris independen.

Selain Erani Yustika, satu nama lainnya yang menjadi komisaris Waskita yang baru adalah T. Iskandar (Inspektur Jenderal Kementerian PUPR).

Sementara itu di jajaran direksi, tidak ada lagi nama Didit Oemar Prihadi dan Fery Hendriyanto. Adapun direksi yang baru yaitu I Ketut Pasek Senjaya Putra (eks Direktur Operasi PT Wijaya Karya Beton Tbk/WTON) yang menjabat Direktur Operasi I dan Luki Theta Handayani (eks Dirut PT Waskita Karya Realty) yang menjabat Direktur Pengembangan Bisnis & QSHE.

Berikut Jajaran Komisaris dan Direksi Waskita dalam RUPST 16 April 2021

Komisaris

Komisaris Utama/Independen: Badrodin Haiti

Komisaris: Robert Leonard Marbun

Komisaris: M Fadroel Rachman

Komisaris: Ahmad Erani Yustika (baru)

Komisaris: T Iskandar (baru)

Komisaris Independen: Muradi

Komisaris Independen: Bambang Setyo Wahyudi

Direksi

Direktur Utama: Destiawan Seowardjono

Direktur Operasi I: I Ketut Pasek Senjay Putra (baru)

Direktur Operasi II: Bambang Rianto

Direktur Operasi III: Gunadi

Direktur Human Capital Management & Pengembangan Sistem: Hadjar Seti Adji

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Taufik Hendra Kusuma

Direktur Pengembangan Bisnis, Quality, Safety, Health dan Environment: Luki Theta Handayani (baru)


Selain pergantian direksi dan komisaris, beberapa agenda rutin dalam RUPST tersebut juga menyetujui rencana Waskita untuk memperoleh pendanaan dengan penjaminan dari Pemerintah.

Terkait dengan profil komisaris baru, berdasarkan situs pribadinya, Ahmad Erani Yustika menyelesaikan gelar sarjana dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi di Universitas Brawijaya, 1996.

Kemudian, pada 2001 menuntaskan studi post-graduate (MSc) dan 2005 menyelesaikan studi doktoral (Ph.D), semuanya di Universityof Göttingen, Jerman.

Mulai 1 Juni 2010 diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya.

Periode 2011-2017 menjabat sebagai anggota Dewan Nasional FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran). Pada 2015-2017 menjadi Dirjen PPMD (Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan 2017-2018 menjadi Dirjen PKP (Pembangunan Kawasan Perdesaan), Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

Pada 2018 - 2019 menjadi Staf Khusus Presiden (bidang ekonomi) dan saat ini menjabat Ketum Umum IKA UB (Ikatan Alumni Universitas Brawijaya) periode 2019 - 2023.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading