10 Saham Aktif Banget Kemarin, Emiten CPO Ini Geser BBCA Cs

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
20 April 2021 06:42
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham paling aktif tak lagi menjadi monopoli PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang dalam beberapa bulan terakhir selalu berada di urutan teratas saham teraktif berdasarkan nilai perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kali ini, pada perdagangan Senin kemarin (19/4/2021), saham paling aktif ditransaksikan yakni emiten Grup Triputra yakni PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Data perdagangan mencatat, saham TAPG ditransaksikan mencapai Rp 711,17 miliar dengan volume perdagangan 1,08 miliar saham. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 13,50 triliun.


Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya melemah setelah turun 0,55% ke posisi 6.052,54 pada penutupan sesi II perdagangan, Senin kemarin. Koreksi terjadi setelah reli kenaikan 3 hari beruntun pekan lalu.

Menurut data BEI, ada 209 saham naik, 271 saham merosot dan 169 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 17,48 triliun dan volume perdagangan mencapai 9,2 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari bursa domestik dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 194,04 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 157,92 miliar.

Berikut 10 saham paling aktif pada perdagangan kemarin, Senin.

10 Saham Teraktif Diperdagangkan di BEI (Senin, 19/4)

1. Triputra Agro (TAPG), transaksi Rp 711 M, saham +3,82% Rp 680

2. Bank Central Asia (BCA), Rp 295, saham -0,08% Rp 31.350

3. Smartfren (FREN), Rp 247 M, saham -6,32% Rp 89

4. Bank BRI (BBRI), Rp 246 M, saham +0,92% Rp 4.380

5. Antam (ANTM), Rp 214 M, saham -2,09% Rp 2.340

6. Bank Syariah Indonesia (BRIS), Rp 213 M, saham +5,58% Rp 2.460

7. Ramayana (RALS), Rp 178 M, saham +10,18% Rp 920

8. Merdeka Copper (MDKA), Rp 173 M, saham -2,06% Rp 2.380

9. Astra International (ASII), Rp 161 M, saham -0,95% Rp 5200

10. Telkom (TLKM), Rp 150 M, saham -0,60% Rp 3.340

Perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Grup Triputra, Triputra Agro Persada menjadi emiten anyar yang mampu berada di urutan pertama saham paling aktif. TAPG baru saja mencatatkan saham perdana di BEI pada Senin pekan lalu (12/4/2021).

Saat itu, perseroan melepas sebanyak 866,20 juta saham baru atau sebanyak 4,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum, dengan harga pelaksanaan Rp 200/saham. Dengan demikian, dari IPO ini, perseroan meraih dana sebesar Rp 173,24 miliar.

Saat debut perdana melantai di bursa, kala itu saham TAPG bergerak naik 35% ke level Rp 270 per saham atau naik 70 poin.

Manajemen TAPG menyatakan, dana yang diperoleh dari penawaran umum ini akan digunakan perseroan untuk meningkatkan penyertaan modal pada perusahaan anak, yaitu PT Agro Multi Persada (AMP) yang kemudian akan disalurkan kepada perusahaan anak AMP, yaitu PT Sukses Karya Mandiri (SKM) untuk belanja modal dan modal kerja sehubungan dengan pembangunan pabrik SKM di Kalimantan Tengah.

"Selain itu perseroan juga akan menggunakan sisa dana untuk modal kerja berupa pembelian pupuk," kata Corporate Secretary Triputra Agro Persada, Joni Tjeng, dalam keterangan pers, dikutip Senin.

Setelah TAPG, menyusul di tempat kedua dan ketiga yakni Bank Central Asia (BCA) dengan nilai transaksi Rp 295 imiliar dan Smartfren Telecom (FREN) sebesar Rp 247 miliar.

Sebelumnya Antam acapkali menjadi saham paling aktif. Pada awal tahun 2021 atau Januari 2021 misalnya, transaksi Antam sempat menyentuh kisaran Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun per hari. Bahkan pada Desember 2020, nilai transaksi ANTM pun sempat hampir menyentuh Rp 10 triliun per hari.

Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya, menyatakan ada beberapa saham yang menjadi pilihan utama, antara lain saham di sektor komoditas seperti nikel, minyak sawit mentah crude palm oil (CPO), batu bara hingga emas.

Antam masuk dalam rekomendasi saham Mirae Asset.

"Kami merekomendasikan saham Antam dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), karena emiten tersebut penerima manfaat dari kenaikan harga nikel seiring dengan naiknya permintaan dari produksi baja dan baterai kendaraan listrik," katanya, dalam keterangan resmi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading