Ada Potensi Tersembunyi di BTPS, Cek Fakta Ini!

Market - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
19 April 2021 09:50
Infografis/ #bankirpemberdaya Wujudkan Niat Baik Keluarga Prasejahtera / Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia-Di tengah reli saham-saham bank syariah yang baru-baru ini menjadi primadona pasar, terdapat satu saham bank syariah berkinerja oke yang tidak tertangkap radar pasar.

Adalah PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) yang sukses membukukan kinerja positif di tahun 2020 meskipun adanya keberadaan pandemi virus Covid-19 yang memukul perbankan dengan telak.

Tercatat perusahaan masih mampu membukukan laba sebesar Rp 854 miliar pada tahun 2020, dengan rasio profitabilitas yang sejak dulu menjadi daya jual perseroan terjaga tetap cantik.


Bayangkan saja di tengah kedatangan tamu tak diundang dari Wuhan, China, perseroan masih mampu mencatatkan rasio pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) dan pengembalian aset (return on asset/ROA) yang terjaga tetap tinggi masing-masing di angka 14,54% dan 5,20%.

Di kondisi normal, ROA perbankan di angka 4% sudah tergolong sangat bagus, apalagi ROA sebesar 5,20% milik BTPS di tengah pandemi.

Hebatnya, meskipun ROA dan ROE sangat tinggi ternyata rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) tergolong sangat rendah sekali, di level 1,91%. Ini menunjukkan perseroan tidak sembarangan memberikan kredit asal bunganya tinggi.

Di masa pandemi Covid-19 ini bahkan perseroan memperkuat pencadangan (provision) sepanjang 2020 menjadi Rp 850 miliar, atau nyaris 3 kali lebih besar dari pencadangan tahun 2019. Padahal, beberapa bank justru nekad mengurangi provisi demi mendongkrak laba bersih.

Ingat, nantinya jika pembiayaan aman-aman saja, provisi bisa dikembalikan sebagai laba. Apalagi melihat NPF perseroan yang kecil, maka kemungkinan besar pencadangan ini tidak akan kemana-mana.

Meskipun kinerja fundamentalnya sangat apik, ternyata hal ini belum 'dinotice' oleh para pelaku pasar, mungkin masih ada yang wait and see hingga Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di pekan depan tepatnya tanggal 21 April 2021 yang akan menentukan apakah perseroan akan membagikan dividen.

Well tahun lalu perseroan membagikan 25% laba bersihnya kepada pemegang saham, apabila pembagian dilakukan dengan presentase yang sama maka tahun ini BTPS siap mengucurkan dividen Rp 28/unit bagi pemilik saham.

Meskipun dividend yield tergolong biasa saja, akan tetapi mengkoleksi saham BTPS menjadi menarik karena harga sahamnya saat ini tergolong sangat murah sekali.

Sejarah mencatat selama tahun 2019 sebelum diserang pandemi, saham BTPS di transaksikan dengan rata-rata PBV di angka 5,23 kali. Dengan PBV BTPS yang saat ini masih ditransaksikan di angka 4 kali maka potensi 'cuan' dari menyerok saham BTPS mencapai 30,75%. Insya Allah, Halal!

TIM RISET CNBCINDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading