Never Give Up! Rupiah Tetap Jaya Kala Dolar AS Perkasa

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
19 April 2021 09:18
Indonesian rupiah banknotes are counted at a money changer in Jakarta, Indonesia, May 9, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot pagi ini. Hebatnya lagi, penguatan rupiah terjadi kala dolar AS kembali perkasa setelah dua pekan 'tiarap'.

Pada Senin (19/4/2021), US$ 1 setara dengan Rp 14.500 kala pembukaan perdagangan pasar spot. Rupiah menguat 0,41% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sepanjang minggu kemarin, rupiah berakhir stagnan. Mengawal pekan di Rp 14.560/US$, maka uang Tanah Air mengakhirinya di posisi yang sama. Meski begitu, ini sudah menjadi perbaikan karena delapan pekan sebelumnya rupiah selalu melemah.


Namun hari ini sepertinya rupiah menghadapi lawan tangguh. Pasalnya, dolar AS sudah bangkit berdiri.

Pada pukul 08:29 WIB, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,15%. Maklum, dolar AS sebelumnya menjalani periode yang berat. Dollar Index sudah melemah dua pekan beruntun.

Meski demikian, pelaku pasar memperkirakan ke depan ada kemungkinan dolar AS kembali tertekan. Soalnya, imbal hasil (yield) obligasi pemerintahan Negeri Paman Sam sedang dalam tren turun.

Pada pukul 08:35 WIB, yield surat utang pemerintahan Presiden Joseph 'Joe' Biden berada di 1,564%. Sejak mencapai lebih dari 1,7% pada akhir bulan lalu, yield instrumen ini menurun.

"Tebakan saya, yield US Treasury Bonds tidak akan bergerak signifikan sampai kuartal berikutnya. Ini akan menciptakan dinamika baru yaitu pelemahan dolar AS," tegas Colon Asher, Ekonom Senior Mizuho, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading