Xie Xie China, Karenamu Harga Batu Bara Tembus US$ 90 Lagi

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
19 April 2021 09:08
Warna Warni Ramadhan di Xinjiang China. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik dari China berhasil membawa harga batu bara termal ICE Newcastle berjangka meroket 8% seminggu lalu dan tembus US$ 92,4/ton. Ini merupakan harga tertinggi sejak akhir bulan Maret.

Di minggu pertama bulan April, harga batu bara cenderung mengalami koreksi. Kemudian pada pekan kedua bulan ini, harga batu bara bangkit dan sukses menghapus koreksi yang terjadi di minggu sebelumnya.


Sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia, ekonomi China disebut tumbuh dobel digit pada kuartal pertama tahun ini. Kue ekonomi China mengembang untuk empat kuartal berturut-turut.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal kali ini merupakan yang paling tinggi dibanding tiga kuartal sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, output perekonomian Negeri Panda tumbuh 18,3% (yoy).

Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan pada dekade 2000-an, kala China mulai menarik perhatian dunia dengan pertumbuhan ekonomi dua digit hampir setiap kuartalnya.

Untuk tahun 2021, pertumbuhan ekonomi China diramal bakal mengalami ekspansi lebih dari rata-rata tahunan dalam satu dekade terakhir. Menurut perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) pertumbuhan ekonomi China digadang-gadang bakal tembus 8,4% (yoy). 

Ketika ekonomi dalam fase ekspansif, kebutuhan akan listrik dan berbagai produk manufaktur juga akan ikut meningkat. Tentu saja ini akan menjadi katalis positif bagi kebutuhan energi, salah satunya adalah batu bara. 

Dalam kondisi hubungan China dengan Australia yang masih diliputi ketegangan, RI yang juga berperan sebagai eksportir batu bara di dunia mendapatkan keuntungan karena pasar China menjadi lebih terbuka bagi komoditas unggulan ekspor Tanah Air tersebut. 

Ditambah lagi harga batu bara lokal belum pulih ke level normal. Saat ini harga batu bara acuan China untuk kategori termal Qinhuangdao masih sangat jauh di atas target atas pemerintah.

Hal ini disebabkan karena pasokan di China ketat sementara kebutuhan domestik kian merangkak naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang positif.

China yang sekarang lebih pro terhadap batu bara RI bahkan sudah menandatangani kerja sama untuk mengimpor 200 juta ton batu bara tahun ini, lebih tinggi dari biasanya 140 juta ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading