Cek! 10 Saham Biang Kerok IHSG Nyungsep, Ramai Diobral Asing

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 April 2021 07:01
foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank-bank papan atas masih dilepas asing yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) terjerembab terus di bawah level 6.000. Dua terbesar yang dijual asing pada perdagangan Selasa kemarin (13/4/2021) yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup turun 0,36% di posisi 5.927,44. Bahkan indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sempat anjlok ke level terendah harian 5.883 sebelum akhirnya koreksinya berkurang.

Data BEI mencatat, transaksi harian sebesar Rp 9,31 triliun dengan volume perdagangan 16,69 miliar saham dan frekuensi perdagangan 982.970 kali.


Investor asing melego saham-saham di BEI dengan nilai net sell Rp 477,39 miliar di pasar reguler. Dengan demikian dalam sebulan terakhir perdagangan net sell tercatat sudah tembus Rp 5 triliun.

Berikut saham-saham yang dilepas asing pada perdagangan Selasa kemarin.


10 Top Foreign Sell (13/4) Reguler

1. Bank Central Asia (BBCA), net sell Rp 259 M, saham -1,07% Rp 30.000

2. Bank BRI (BBRI), Rp 88 M, saham -1,19% Rp 4.160

3. Sarana Menara (TOWR), Rp 46 M, saham +3,21% Rp 1.125

4. Astra (ASII), Rp 35 M, saham flat Rp 5.075

5. Bank Jago (ARTO), Rp 25 M, saham -1,63% Rp 10.550

6. Bank Negara Indonesia (BBNI), Rp 23 M, saham -0,85% Rp 5.800

7. Semen Indonesia (SMGR), Rp 22 M, saham +5,79% Rp 10.500

8. Charoen Pokphand (CPIN), Rp 16 M, saham flat Rp 7.000

9. Tjiwi Kimia (TKIM), Rp 15 M, saham +0,25% Rp 9.900

10. Vale Indonesia (INCO), Rp 13 M, saham -2,02% Rp 4.370

Dua bank besar yakni BBCA dan BBRI memang paling banyak dilepas asing. Keduanya punya kapitalisasi pasar besar, BCA Rp 740 triliun dan terbesar di BEI, sementara BBRI Rp 513 triliun sehingga porsi kedua saham ini terhadap kapitalisasi total IHSG cukup besar.

Data BEI mencatat, saham BBCA sudah terkoreksi dalam sepekan 2,68% dan sebulan terakhir juga minus 10%. Adapun saham BBRI juga minus 0,95% sepekan dan sebulan juga turun 10%.

Satu saham lagi yang masuk big cap (kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun) yang juga ramai dilepas asing ialah Astra International. Saham ASII sepekan turun 5,14% dan sebulan turun 8.14%.

Sebelumnya Head Mirae Asset Sekuritas, Roger M.M, memprediksi gerak IHSG akan berada di level 5.892-5.735 untuk batas bawah alias support serta resisten (batas atas) 6.195-6.281.

Ada dua faktor positif yang dapat mendukung pergerakan IHSG ke depannya, tetapi masih akan terdilusi oleh satu faktor negatif yaitu kondisi makroekonomi.

Sentimen positif pertama adalah laporan kinerja keuangan emiten FY-2020 dan 1Q-2021. Kedua adalah aksi korporasi beberapa emiten, terutama musim dividen.

Hanya saja Mirae Asset memproyeksikan nilai transaksi di bursa saham domestik sepanjang April ini masih akan cenderung terkonsolidasi sebagai imbas dari kondisi makroekonomi domestik yang belum bertenaga dan momentum Ramadan.

Nilai transaksi bursa saham akan terpangkas menjadi kisaran Rp 9 triliun per hari, turun dari rerata Januari, Februari, serta Maret yang masing-masingnya Rp 20 triliun, Rp 15 triliun, dan Rp 10 triliun per hari.

"April ada kemungkinan turun menjadi sekitar Rp 9 triliun per hari, faktor puasa juga biasanya akan membuat nilai transaksi harian lebih lesu dibandingkan dengan sebelumnya," ujar Roger, dalam pemaparannya secara virtual, Kamis pekan lalu (8/4/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading