Ada Dividen Freeport, Inalum Cetak Laba Rp 698 M di 2020

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
13 April 2021 13:46
Mind ID

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau InalumĀ atau dikenal juga dengan nama Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan MIND ID mencatatkan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2020 menjadi Rp 698,17 miliar, melonjak dari rugi bersih Rp 1,2 triliun pada 2019.

Hal ini terlihat dari Laporan Keuangan Inalum konsolidasi hingga 31 Desember 2020 yang dipublikasikan di situs Singapore Exchange (SGX) pada 1 April 2021 lalu.

Adapun nilai tersebut merupakan bagian dari total laba tahun berjalan 2020 yang mencapai Rp 1,82 triliun, naik dari 2019 yang sebesar Rp 24,54 miliar. Sementara selisihnya merupakan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada kepentingan non pengendali pada 2020 mencapai Rp 1,12 triliun, turun dari Rp 1,22 triliun pada 2019.


Melonjaknya kinerja keuangan Inalum pada 2020 ini dipicu dari adanya pembagian laba bersih dari PT Freeport Indonesia yang mencapai Rp 2,09 triliun, dari sebelumnya mencatatkan kerugian Rp 576,23 miliar pada 2019.

Selain itu, bagian laba dari entitas asosiasi juga melonjak menjadi Rp 1,93 triliun dari kerugian Rp 87,16 miliar pada 2019. Begitu pun bagian laba bersih dari entitas ventura bersama mencapai Rp 481,3 miliar dari Rp 179,5 miliar pada 2019.

Adapun dari sisi pendapatan, Inalum justru mengalami penurunan pendapatan pada 2020 menjadi Rp 66,57 triliun dari Rp 80,63 triliun pada 2019. Penurunan pendapatan ini terjadi di semua komoditas perseroan, mulai emas, batu bara, logam timah, aluminium, feronikel, bijih nikel, dan lainnya.

Pendapatan dari penjualan emas turun menjadi Rp 19,35 triliun pada 2020 dari Rp 22,46 triliun pada 2019, batu bara menjadi Rp 17,27 triliun dari Rp 21,42 triliun pada 2019, logam timah menjadi Rp 14,31 triliun dari Rp 18,11 triliun.

Sementara kontribusi dari penjualan aluminium turun tipis menjadi Rp 6,55 triliun dari Rp 6,91 triliun pada 2019, feronikel turun menjadi Rp 4,66 triliun dari Rp 4,87 triliun, bijih nikel Rp 1,96 triliun dari Rp 3,78 triliun, dan lainnya menjadi Rp 2,08 triliun dari Rp 2,37 triliun.

Sementara beban pokok pendapatan juga berkurang menjadi Rp 54,97 triliun dari Rp 66,13 triliun pada 2019.

Dengan demikian, laba kotor turun menjadi Rp 11,59 triliun pada 2020 dari Rp 14,49 triliun pada 2019.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading