Gainers-Losers

Dibeli Lo Kheng Hong, Saham CFIN Jawara! Bank Jago Ikutan

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
12 April 2021 12:28
Lo Kheng Hong (Dokumentas pribad Lo Kheng Hong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menjadi top gainers setelah investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong, diketahui memiliki lebih dari 5% saham perusahaan pembiayaan ini. Tidak hanya CFIN, saham emiten bank milik bankir Jerry Ng dan kawan-kawannya, PT Bank Jago Tbk (JAGO), juga menjadi jawara sepanjang sesi I hari ini, Senin (12/4/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot di zona merah di awal pekan. IHSG anjlok 1,34%, meninggalkan level 6.000 ke posisi 5.989,05 pada penutupan sesi I perdagangan Senin (12/4).

Menurut data BEI, ada 140 saham naik, 348 saham merosot dan 140 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,28 triliun dan volume perdagangan mencapai 10,22 miliar saham.


Investor asing pasar saham meninggalkan bursa Tanah Air dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 287,84 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 250,83 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (12/4).

Top Gainers

  1. MegaPower Makmur (MPOW), saham +14,74%, ke Rp 109, transaksi Rp 6,4 M

  2. Clipan Finance Indonesia (CFIN), +9,38%, ke Rp 350, transaksi Rp 16,1 M

  3. Bank Jago (ARTO), +8,23%, ke Rp 10.850, transaksi Rp 120,3 M

  4. Gunawan Dianjaya Steel (GDST), +7,02%, ke Rp 122, transaksi Rp 12,0 M

  5. Bank MNC Internasional (BABP), +6,59%, ke Rp 97, transaksi Rp 39,2 M

Top Losers

  1. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM), saham -6,84%, ke Rp 9.875, transaksi Rp 91,7 M

  2. Guna Timur Raya (TRUK), -6,83%, ke Rp 150, transaksi Rp 11,6 M

  3. Perusahaan Gas Negara (PGAS), -6,82%, ke Rp 1.230, transaksi Rp 167,1 M

  4. Bank Tabungan Negara (BBTN), -6,34%, ke Rp 1.625, transaksi Rp 158,3 M

  5. Bumi Resources Minerals (BRMS), -6,17%, ke Rp 76, transaksi Rp 50,2 M

Menurut data di atas, saham emiten pembangkit listrik MPOW menjadi pemuncak top gainers pada sesi I hari ini, dengan melesat 14,74% ke Rp 109/saham. Nilai transaksi MPOW tercatat sebesar Rp 6,4 miliar.

Saham emiten yang melantai di bursa sejak 2017 ini berhasil rebound, setelah ambles 4,04% pada perdagangan Jumat lalu (9/4).

Di posisi kedua, ada emiten pembiayaan CFIN yang melonjak 9,38% ke Rp 350/saham. Kenaikan CFIN seiring adanya kabar bahwa investor kondang Lo Kheng Hong diketahui memiliki lebih dari 5% saham tersebut.

Berdasarkan daftar pemegang efek di KSEI per 8 April 2021, pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia ini, memiliki 204.491.000 unit saham CFIN atau setara 5,13% kepemilikan.

Hal ini diakui oleh Lo, sapaan akrabnya, kepada CNBC Indonesia. Ia mulai membeli saham CFIN mulai tahun lalu.

"Saya mulai membeli saham Clipan Finance sejak tahun lalu. Saya membeli saham Clipan Finance Karena murah sekali, diperdagangkan di price to book value 0,15 kali pada waktu itu," kata Lo kepada CNBC Indonesia.

Menurut Lo, selain valuasi harga saham CFIN murah, perusahaan pembiayaan ini juga didukung oleh induk perusahaannya PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

Jika dihitung dalam setahun terakhir, harga saham CFIN sudah melesat 53,51%. Dan saat ini, total nilai investasi saham Lo di perusahaan ini mencapai Rp 75,66 miliar.

Meskipun sudah mendapatkan cuan atau capital gain besar, Lo mengatakan belum akan melepas kepemilikan saham CFIN.

"Meskipun sudah cuan, tidak dijual karena masih jauh dari harga wajarnya. Nilai buku per sahamnya adalah 1,191 kali," kata Lo.

Tidak hanya MPOW dan CFIN, saham bank milik bankir senior Jerry Ng, ARTO, juga masuk ke dalam daftar 5 besar top gainers pada sesi I hari ini.

ARTO melejit 8,23% ke Rp 10.850/saham dengan nilai transaksi Rp 120,3 miliar. Saham yang kini masuk sebagai big cap ini melanjutkan kenaikan pada Jumat (9/4), sebesar 1,26% ke Rp 10.025/saham.

Sebelumnya, pihak ARTO menjelaskan alasan mengubah fokus dari bank konvensional menjadi bank digital. Sebelumnya bank ini bernama Bank Artos Indonesia.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar mengatakan perubahan ini dilakukan setelah manajemen melihat dan mengobservasi adanya pergerakan dari interaksi nasabah dan perbankan.

"Tadinya nasabah data ke bank sekarang tidak lagi, menggunakan aplikasi mobile. Untuk tetap relevan kami merubah cara memberikan layanan," jelas Kharim Siregar dalam VIP Forum Digital Banking, Kamis pekan lalu (8/4/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengungkapkan, Bank Jago sudah menyiapkan dana inti Rp 7 triliun untuk siap menjadi bank digital.

Heru mengatakan, ini merupakan bagian dari penyesuaian modal inti perbankan, dimana pada 2022 modal inti bank ditetapkan OJK minimal Rp 3 triliun.

"Bank Jago, aturan modal inti kita (tetapkan) Rp 3 triliun mereka sudah menyiapkan Rp 7 triliun, karena kesiapan transformasi ini butuh permodalan cukup kuat melayani teknologi, butuh modal dan SDM andal bisa melayani lebih baik ke depan," kata Heru.

Berbeda dengan saham-saham di atas, saham emiten keras milik Grup Sinarmas, TKIM, malah ambles dan menyentuh auto rejection bawah (ARB) 6,84% ke Rp 9.875/saham. Pada Jumat lalu (9/4) TKIM juga menjadi 'pecundang setelah anjlok menyentuh ARB 6,84%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading