Selamat yah! Harga Emas Dunia Tembus Level US$ 1.750 Lagi

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
09 April 2021 09:50
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo Foto: Emas Batangan ditampilkan di Hatton Garden Metals, London pada 21 July 2015 (REUTERS/Neil Hall/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Setelah sekian lama tertekan untuk pertama kalinya harga emas dunia kembali tembus US$ 1.750/troy ons pada penutupan perdagangan kemarin (8/4/2021).

Pada perdagangan pagi ini (9/4/2021) harga emas di arena pasar spot cenderung stagnan. Sebenarnya harga emas melemah tetapi penurunannya sangat tidak signifikan karena hanya 0,02% dan si logam mulia masih berada di US$ 1.755/troy ons.


Harga emas kembali tembus level tersebut saat duet yield obligasi pemerintah AS dan greenback kehabisan tenaga. Seolah harus turun panggung keduanya mulai melemah setelah sebelumnya terus menerus reli.

Yield surat utang pemerintah AS di akhir tahun masih di bawah 1%. Namun di akhir Maret yield tembus 1,75%. Ada peningkatan lebih dari 80 basis poin (bps) sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Setelah tembus rekor tertinggi dalam satu tahun yield mulai melandai. Hal yang sama juga terjadi pada indeks dolar. Indeks yang mengukur posisi greenback terhadap mata uang lainnya itu kini jatuh ke level terendah dalam dua pekan.

Penurunan keduanya memberikan ruang gerak bagi emas untuk menguat. Maklum emas merupakan aset tak berimbal hasil. Minat beli emas sangat tergantung pada seberapa cuan memegang suatu aset dibandingkan dengan aset lain serta risiko yang harus diterima investor.

Kenaikan dolar AS danyieldobligasi pemerintah membuat biaya peluang memegang emas meningkat sehingga kurang menarik bagi investor.

Yielddangreenbackmulai kehilangan taji setelah The Fed merilis risalah rapatnya. Bank sentral AS tersebut mengatakan bahwa program pembelian aset keuangan akan tetap dilanjutkan dengan laju yang sama.

Jika bank sentral tetap mengikuti rencana awal, maka kurva imbal hasil antara surat utang pemerintah tenor panjang dan pendek akan kian berjauhan. Artinya, pasar kian yakin outlook ekonomi membaik dan angka pengangguran anjlok.

Sang ketua The Fed Jerome Powel menuturkan bahwa pemulihan ekonomi masih belum terjadi secara menyeluruh dan tak merata. Ketidakmerataan ini merupakan masalah yang serius, begitulah kira-kira pernyataan Powell di acara virtual IMF kemarin.

Lebih lanjut Powell mengatakan bahwa kenaikan inflasi tidak akan membuat permasalahan yang serius dan kemungkinan terjadi dalam waktu singkat saja atau temporer.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading