Bursa Asia Menghijau, kecuali Nikkei & STI yang Nyungsep!

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
08 April 2021 16:46
A man looks at an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, Dec. 11, 2019. (AP Photo/Eugene Hoshiko) Foto: Bursa Jepang (Nikkei). (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia mayoritas ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis (8/4/2021), seiring respons positif pelaku pasar Asia dari pembacaan nota rapat bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) tadi malam waktu Indonesia.

Tercatat indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melesat 1,16% ke level 29.008,07, Shanghai Composite China berakhir naik tipis 0,08% ke 3.482,55, KOSPI Korea Selatan menguat 0,19% ke 3.143,26, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terapresiasi 0,58% ke 6.071,72.

Sementara indeks Nikkei Jepang dan indeks Straits Times Singapura hari ini ditutup di zona merah, di mana Nikkei melemah tipis 0,07% ke 29.708,98 dan STI Singapura terkoreksi 0,29% ke 3.186,40.


Pasar saham di Jepang melemah tipis karena kekhawatiran pelaku pasar atas lonjakan infeksi virus corona (Covid-19) di beberapa wilayah di Jepang yang berpotensi kembali diterapkannya pembatasan aktivitas ekonomi.

Pemerintah Tokyo mengatakan bahwa dia akan meminta pemerintah pusat mengadopsi langkah-langkah darurat di ibu kota sebagai tanggapan atas peningkatan infeksi Covid-19 akibat penyebaran varian virus corona baru, yakni E484K.

Walaupun kondisi di Jepang kembali mencekam, namun sebagian besar pelaku pasar Asia merespons positif terkait pembacaan nota rapat bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) malam kemarin waktu Indonesia.

Nota tersebut menunjukkan bahwa otoritas moneter mempertahankan rencana untuk membeli surat berharga di pasar dengan laju yang stabil, guna menopang harga yang stabil dan penyerapan penuh tenaga kerja.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden pada Rabu di Washington menyatakan siap bernegosiasi terkait dengan rencana kenaikan pajak penghasilan (Pph) badan menjadi 28%, guna mendanai program infrastrukturnya senilai US$ 2 triliun.

Namun pasar juga mencermati perkembangan vaksinasi di Eropa yang sebelumnya sempat tersendat.

Setelah menuai kontroversi karena menyebabkan orang meninggal akibat pembekuan darah, Italia dan Inggris memutuskan untuk menetapkan batasan umur dan masih akan merekomendasikan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca.

Masih dari Inggris, Negeri Ratu Elizabeth tersebut juga memulai vaksinasi menggunakan produk buatan Moderna. Program tersebut dimulai di Wales.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading