Resmi Jadi Investor Baru Emtek, Siapa NAVER Corporation?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
06 April 2021 12:10
Dok.NAVER Corporation

Jakarta, CNBC Indonesia - Induk usaha televisi nasional SCTV dan Indosiar, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) baru saja mengumumkan investor barunya yang masuk melalui proses penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Investor baru ini adalah NAVER Corporation dan H Holdings Inc. Dua investor global ini masuk melalui aksi korporasi dengan menerbitkan sebanyak 4,75 miliar saham dengan harga nominal Rp 20/saham dan harga pelaksanaan Rp 1.954/saham, sehingga dari aksi ini perusahaan mendapatkan suntikan modal baru senilai Rp 9,29 triliun.

NAVER merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang bisnis utamanya adalah sebagai mesin pencari (search engine) dan bisnis ICT lainnya seperti menyediakan berbagai layanan aplikasi, termasuk Line Messanger, Webtoon dan V Live.


Perusahaan ini tercatat di Korea Exchange (KRX) ini juga mengembangkan bisnis IT platform, bisnis dan jasa advertising mulai dari cloud, Naver pay, hingga platform marketing untuk UKM.

Berdasarkan website resminya, hingga 2017 lalu pendapatan Naver mencapai 4,06 triliun Won atau setara Rp 52 triliun (kurs Rp 12,92/won). Perusahaan ini memiliki kantor perwakilan di sejumlah lokasi lainnya seperti Jepang, Amerika Serikat, Prancis, China, Vietnam, Taiwan, Thailand dan Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Emtek, tak hanya dari asing namun sejumlah investor institusi lokal juga masuk sebagai pemegang saham baru perusahaan.

Investor tersebut antara lain PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR), PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT Elbara Perkasa dan PT Syailendra Capital.

"Dana yang diterima Perseroan setelah dikurangi biaya-biaya terkait PMTHMETD akan digunakan untuk investasi dan modal kerja untuk Perseroan dan entitas anak," tulis manajemen Emtek, dikutip Selasa (6/4/2021).

Masuknya investor baru ini juga berdampak pada kepemilikan pemegang saham sebelumnya yang mengalami penurunan, termasuk Anthoni Salim, bos grup Indofood. Kepemilikannya dari sebelumnya mencapai 9,08% terpaksa harus terdilusi menjadi 8,38%.

Lalu kepemilikan Eddy K. Sariaatmadja juga turun dari sebelumnya 24,90% menjadi 22,96%. Saham milik PT Adikarsa Sarana terdilusi menjadi 10,03% dari sebelumnya 11,53%.

Kemudian, Susanto Suwarto juga turun kepemilikannya menjadi 11,63% dari 12,61% dan Piet Yaury berkurang menjadi 8,15% dari sebelumnya 8,84%.

Kepemilikan dari The Northern Trust Company S/A Archipelago turun menjadi 7,43% dari 8,06% dan pemilikan dari PT Prima Visualindo berkuran menjadi 6,90% dari 8,14%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading