Gegara Archegos, Rupiah Makin Dekati Rp 14.500/US$.

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 March 2021 12:40
Ilustrasi Dollar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga pertengahan perdagangan Selasa (30/3/2021), melanjutkan kinerja negatif awal pekan kemarin. Sentimen pelaku pasar yang kurang bagus lagi-lagi memberikan tekanan bagi rupiah hingga mendekati Rp 14.500/US$

Melansir data Refinitiv, seperti biasa rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.440/US$. Tetapi setelahnya rupiah langsung melemah hingga 0,28% ke Rp 14.480/US$.

Posisi rupiah sedikit membaik, berada di level Rp 14.450/US$ pada pukul 12:00 WIB.


Rupiah masih sulit untuk bangkit di sisa perdagangan hari ini, terlihat dari pergerakannya di pasar non-deliverable forward (NDF) yang lebih lemah siang ini ketimbang beberapa saat sebelum pembukaan perdagangan pagi tadi.

PeriodeKurs Pukul 8:54 WIBKurs Pukul 11:54 WIB
1 PekanRp14.455,40Rp14.477,9
1 BulanRp14.489,00Rp14.535,6
2 BulanRp14.566,00Rp14.587,9
3 BulanRp14.625,40Rp14.644,9
6 BulanRp14.787,90Rp14.806,6
9 BulanRp14.956,00Rp14.974,9
1 TahunRp15.071,00Rp15.142,0
2 TahunRp15.796,00Rp15.833,0

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Memburuknya sentimen pelaku pasar terjadi akibat Archegos Capital, perusahaan aset managemen, yang terkena margin call. Archegos tidak mampu menyediakan tambahan jaminan saat broker memintanya.

Ada kekhawatiran situasi di Archegos bakal berdampak sistemik. Nomura dan Credit Suisse disebut-sebut sebagai kreditur Archegos dalam perdagangan di pasar derivatif, sehingga dua bank kelas 'paus' itu tentu akan kena getahnya.

Alhasil, pelaku pasar melepas aset-aset berisiko dan memilih aset aman seperti dolar AS.

"Dolar AS menguat karena peningkatan permintaan terhadap aset aman. Investor takut dan mencoba menghindar dari efek domino Archegos," ujar Karl Schamotta, Chief Market Strategist di Cambridge Global Payments yang berbasis di Toronto (Kanada), seperti diwartakan Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading