Dear Investor, Semen Indonesia Resmi Tebar Dividen Rp 1,2 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 March 2021 19:31
Produksi Semen Gresik, PT Semen Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen semen BUMN, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) bakal membagikan dividen senilai Rp 1,16 triliun kepada pemegang sahamnya atas kinerja perusahaan di tahun lalu.

Nilai tersebut merupakan 40% dari total laba bersih yang dikantongi perusahaan sepanjang tahun lalu. SMGR mencatat laba bersih tahun 2020 sebesar Rp 2,79 triliun, atau naik 16,72% dari torehan laba bersih 2019 yang mencapai Rp 2,39 triliun.

Besaran nilai dividen ini naik tajam dari periode tahun lalu di mana perusahaan hanya membagikan dividen sebesar 10% dari laba bersih atau senilai Rp 239 miliar.


Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso mengatakan para pemegang saham nantinya akan menerima sebanyak Rp 188,3/saham.

"Pembayaran dividen 40% dari laba bersih dibagikan sesuai aturan itu 30 hari sejak risalah rapat diumumkan. Disampaikan total dividen yang akan dibagikan Rp 1,16 triliun atau akan menerima Rp 188,3/saham," kata Hendi dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3/2021).

Sejalan dengan itu Komisaris Utama Semen Indonesia Rudiantara mengatakan kinerja perusahaan di tahun ini penjualan mengalami penurunan akibat Covid-19 namun perusahaan bisa membukukan EBITDA dan laba bersih yang lebih baik dari sebelumnya.

Upaya yang dijalankan perusahaan di tahun lalu untuk menekan biaya perusahaan akan dilanjutkan di tahun ini.

"Mengenai kinerja perseroan 2020 itu walaupun pendapatan menurun, walaupun ada apandemi tetapi bottom line-nya justru lebih bagus dibanding 2019 bahkan dividen payout ratio 40% itu jelas," kata Rudiantara di kesempatan yang sama.

Tahun lalu, laba SMGR memang 16,72% secara tahunan. Kenaikan laba bersih ini terjadi ketika perusahaan mengalami penurunan pendapatan sebesar 12,87% YoY menjadi senilai Rp 35,17 triliun pada akhir tahun lalu.

Penurunan pendapatan ini juga dibarengi dengan turunnya beban pokok pendapatan menjadi senilai Rp 23,55 triliun dari Rp 27.65 triliun. Lalu juga terjadi penurunan beban penjualan menjadi Rp 2,80 triliun dari Rp 3,08 triliun.

Beban keuangan perusahaan berhasil ditekan menjadi senilai Rp 2,32 triliun dari sebelumnya senilai Rp 320 triliun. Beban umum administrasi juga turun menjadi sebesar Rp 3,16 triliun dari Rp 3,53 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading