Gejot Produksi Baja HRC, KRAS Investasi Rp 7,29 Triliun

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 March 2021 11:08
krakatau steel

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan produsen baja pelat merah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan menginvestasikan dana senilai total US$ 521 juta (Rp 7,29 triliun, asumsi kurs Rp 14.000/US$) untuk perluasan fasilitas produksi Hot Strip Mill #2 (HSM 2). Investasi ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 3,9 juta ton per tahun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan penambahan kapasitas produksi ini merupakan bagian dari transformasi Krakatau Steel. Hasil produksinya nanti diharapkan dapat memenuhi kebutuhan baja nasional.

"Rencananya investasi sebesar US$ 521 juta ini akan diresmikan oleh Presiden RI pada minggu ketiga April mendatang," kata Agus dalam keterangan resminya, dikutip Senin (29/3/2021).


"Kapasitas produksi di tahap pertama sebesar 1,5 juta ton Hot Rolled Coil (HRC) per tahun. Untuk tahap selanjutnya ditargetkan meningkat menjadi 4 juta ton HRC/tahun" tambahnya lagi.

Dia menyebutkan perluasan fasilitas produksi ini berkontribusi terhadap program substitusi impor yang dicanangkan pemerintah. Sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi pada supply chain otomotif dan pengembangan infrastruktur yang semakin didorong agar meningkat.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan produk utama dari HSM 2 ini adalah produk baja HRC yang didedikasikan untuk memenuhi pasar otomotif dengan spesifikasi kualitas yang tinggi.

Saat ini produksi eksisting HSM perusahaan mencapai 2,4 juta ton, artinya dengan penambahan 1,5 juta ton dari pabrik HSM 2, kapasitasnya menjadi jadi 3,9 juta ton per tahun.

"Kami bisa berkontribusi terhadap market HRC lokal sebesar 65%, sisanya didukung oleh industri lainnya di dalam negeri," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading