Mining Forum 2021

Bos INDY Bicara Soal Green Energy, Simak!

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
24 March 2021 20:00
Direktur Utama PT Indika Energy Tbk (INDY) Arsjad Rasjid

Jakarta, CNBC Indonesia - Potensi green energy di Indonesia masih sangat besar apalagi ditambah dengan target pemerintah secara nasional yang mencapai 23% hingga 2025.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama INDY, Arsjad Rasjid dalam "Mining Forum: Prospek Industri Minerba 2021 CNBC Indonesia", Rabu (24/03/2021).

Sebagai perusahaan pertambangan, INDY juga turut andil dalam green energy melalui perusahaan patungan yang baru saja dibentuk bersama perusahaan tenaga surya asal India, Fourth Partner Energy (4PEL) yang diberi nama PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS).


"Ini baru saja we just signing and create Join Venture. Mulai sekarang sudah dilakukan, energi yang digunakan surya. Komitmen ke depan, bagaimana kita sebagai perusahaan tetap berkomitmen (dalam green energy)," ujarnya.

Tak main-main, INDY mengeluarkan investasi sebesar US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,25 triliun (Kurs Rp 14.500/US$). Investasi tersebut khusus untuk energi surya.

"5 tahun ke depan komitmen US$500 juta untuk tenaga solar. Commitment an sustainability, sekali lagi harus gotong royong," tegasnya.

Meski begitu, dia menyebut pengembangan energi terbarukan ini bukan tanpa tantangan. Salah satunya adalah terkait dengan luasan tanah. Kemudian belum lagi soal regulasi.

"Saling kerjasama, industri dan pemerintah dalam regulasi membantu green energy ini. Jadi, PR masih banyak. Kita terlambat dibanding negara lain yaitu Malaysia, Thailand. Tapi saya berfikir tak ada yang terlambat, saya pikir pemerintah mendorong," tuturnya.

Dari penjelasannya, satu hal yang pasti bahwa green energy adalah keniscayaan. Sebab, hal ini harus dilakukan dan bersaing di masa depan. "The world menuju ke sana. Bukan insentif, tapi denda jika tak masuk green industry," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading