Gainers-Losers

Wah Saham CPO & Batu Bara Jawara Nih! ASSA-KIJA Anjlok

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
23 March 2021 12:12
CPO

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah hampir sepanjang sesi I sempat di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya merosot ke zona merah siang ini, IHSG ditutup turun tipis 0,19% ke posisi 6.289,42 pada penutupan sesi I perdagangan, Selasa (23/3/2021).

Menurut data BEI, ada 160 saham naik, 308 saham merosot dan 149 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,81 triliun dan volume perdagangan mencapai 12,21 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 70,15 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 4,79 miliar.


Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (23/3).

Top Gainers

  1. Zebra Nusantara (ZBRA), saham +19,74% Rp 364, transaksi Rp 28,9 M

  2. Indo Acidatama (SRSN), +12,07% Rp 65, transaksi Rp 10,1 M

  3. Bank Ganesha (BGTG), +7,74% Rp 167, transaksi Rp 51,3 M

  4. Eagle High Plantations (BWPT), +6,50% Rp 131, transaksi Rp 29,7 M

  5. Bumi Resources (BUMI), +5,88% Rp 72, transaksi Rp 155,2 M

Top Losers

  1. Adi Sarana Armada (ASSA), saham -5,33% Rp 1.600, transaksi Rp 34,7 M

  2. BFI Finance Indonesia (BFIN), -4,03% Rp 715, transaksi Rp 51,6 M

  3. Indah Kiat Pulp and Paper (INKP), -4,01% Rp 11.975, transaksi Rp 55,0 M

  4. Bank Capital Indonesia (BACA), -3,54% Rp 545, transaksi Rp 48,0 M

  5. Kawasan Industri Jababeka (KIJA), -2,65% Rp 184, transaksi Rp 7,0 M

Saham emiten yang baru 'dicaplok' kakak kandung pengusaha Hary Tanoe, Rudi Tanoesoedibjo, ZBRA menjadi jawara top gainers dengan melesat 19,74% ke Rp 364/saham. Nilai transaksi emiten taksi asal Surabaya ini sebesar Rp 28,9 miliar.

Dengan penguatan ini, saham ZBRA sudah berada di zona hijau selama empat hari berturut-turut.

Kemudian, saham emiten sawit milik BUMN Malaysia Felda dan Grup Rajawali punya Peter Sondakh, BWPT, juga melejit 6,50% ke Rp 131/saham dengan nilai transaksi Rp 29,7 miliar.

Selain ZBRA dan BWPT, saham emiten batu bara Grup Bakrie, BUMI, juga naik 5,88% ke Rp 72/saham. Nilai transaksi BUMI sebesar RP 155,2 miliar.

Dengan penguatan ini, BUMI melanjutkan reli penguatan selama empat hari atau sejak 18 Maret pekan lalu.

Sebelumnya, BUMI menargetkan produksi tahun ini maksimal mencapai 90 juta ton, dengan kisaran 85-90 juta ton. Target ini naik 11% dibandingkan realisasi produksi pada 2020 sebanyak 81 juta ton.

Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan perusahaan memanfaatkan momentum melesatnya harga batu bara untuk mendapatkan harga terbaik, menjaga dan meningkatkan pangsa pasar, serta efisiensi perusahaan. Sepanjang 2020 pun perusahaan mampu menjaga produksi agar tidak anjlok meski pandemi Covid-19 menghantam.

"Kaltim Prima Coal dan Arutmin tetap berproduksi normal sehingga salesnya tidak jatuh, di sisi lain kami juga serius mencegah Covid-19 di site. Sambil kami menjaga produksi, sehingga tahun ini produksinya 85-90 juta ton," kata Dileep kepada CNBC Indonesia, Kamis (18/03/2021).

Selain itu, BUMI berencana melakukan diversifikasi usaha dalam jangka menengah, setelah menyelesaikan kewajiban utangnya. Diversifikasi usaha dilakukan melalui hilirisasi batu bara melalui proyek gasifikasi, dan juga produksi emas melalui anak usahanya.

Fokus lainnya adalah emas dan zinc untuk menyambut potensi Indonesia sebagai salah satu produsen mobil listrik dan baterainya. Saat ini hampir semua perusahaan yang bergerak di pertambangan melirik segmen metal terutama bahan baku baterai mobil listrik, seiring besarnya potensi Indonesia.

Dileep menegaskan perusahaan berupaya meningkatkan kontribusinya terutama untuk hilirisasi dan menciptakan nilai tambah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading