Rally Terus! Saham Bumi Resources Melesat 3,23%

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
22 March 2021 12:51
Pekerja melakukan bongkar muat batu bara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah telah mengeluarkan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Adapun salah satunya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan yaitu Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga saham emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melanjutkan tren penguatan yang berlangsung sejak pekan lalu.

Di awal pekan ini saham BUMI ditutup menguat 3,23% atau berada di level Rp 64/saham pada Sesi I Perdagangan, Senin (22/03/2021). Berdasarkan RTI saham BUMI hingga sesi I diperdagangkan di level Rp 62 sampai Rp 67/saham. Sebanyak 617,44 juta saham diperdagangkan dengan nilai Rp 49,4 miliar.

Investor domestik masih mendominasi aksi jual beli dari saham emiten batu bara ini. Tercatat aksi beli investor domestik mendominasi 49% dengan 605 juta saham senilai Rp 39,6 miliar. Sementara aksi jual investor domestik 43,98% dengan 542,7 juta saham senilai Rp 35,3 miliar.


Untuk investor asing, terlihat lebih banyak aksi jual dibandingkan aksi beli. Tercatat aksi beli hanya 1,01% untuk 12,4 juta saham senilai Rp 815,7 juta. Kemudian aksi jual 6,02% sebanyak 74,7 juta saham senilai Rp 4,9 miliar.

Sebelumnya, perusahaan batu bara terbesar ini juga berencana melakukan diversifikasi usaha dalam jangka menengah, setelah menyelesaikan kewajiban utangnya. Diversifikasi usaha dilakukan melalui hilirisasi batu bara melalui proyek gasifikasi, dan juga produksi emas melalui anak usahanya.

"Medium term fokusnya di diversifikasi, melalui gasifikasi untuk medium term dan metal (emas dan zinc) melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Untuk medium term kami akan juga menjaga sustainibility production dengan maintain coal production, generate pendapatan baru, dan suplai batu bara untuk gasifikasi," ujar kata Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava kepada CNBC Indonesia belum lama ini.

Untuk gasifikasi menurutnya baru akan mulai memasok untuk proyek hilirisasi batu bara tersebut baru dimulai paling cepat pada 2023-2024. Sementara untuk proyek gasifikasi yang melibatkan salah satu anak usahanya, Arutmin Indonesia masih dalam tahap pre-studi kelayakan dan diperkirakan baru dimulai 2025.

"Atensi kami sekarang adalah batu bara ketika gasifikasi, Kaltim Prima Coal sudah mulai proyek tahap awal, pemerintah juga sudah memberikan insentif dengan 0% royalti buat downstream sehingga kita akan ambil advantage. Kami support itu, dan prioritas kami adalah domestik," kata Dileep.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Emiten Batu Bara Ngamuk! Saham BUMI Meroket 19% nih


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading