Net Buy-Net Sell

Ramai-ramai Asing Borong BBCA-BBRI, INCO Diobral!

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
05 March 2021 17:15
The headquarters of of mining company Vale SA is pictured, after the collapse of a tailings dam in an iron mine in Brumadinho in Brazil, in St-Prex, Switzerland January 30, 2019. REUTERS/Denis Balibouse

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua kali mencicipi zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan Jumat (5/3/2021). IHSG ditutup terkoreksi 0,51% ke 6.258,75.

Data perdagangan mencatat, sebanyak 187 saham menguat, 306 tertekan dan 133 lainnya flat. Nilai transaksi bursa masih kecil di angka Rp 16,6 triliun. Investor asing hari ini melakukan aksi jual dengan nilai penjualan bersih (net sell) Rp 183 miliar di pasar reguler.

Ada setidaknya enam saham yang dilepas oleh investor asing pada perdagangan hari ini.


Berikut keenam saham yang dilepas oleh investor asing pada penutupan perdagangan Jumat (5/3/2021).

Ketika IHSG ditutup melemah dan asing kembali mencatatkan jual bersihnya, namun ada enam saham yang masih dikoleksi oleh investor asing pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Berikut enam saham yang dikoleksi oleh asing pada penutupan perdagangan Jumat.

Pelaku pasar sempat menyambut positif rilis Bank Indonesia (BI) yang melaporkan bahwa cadangan devisa (cadev) per akhir Februari 2021 sebesar US$ 138,8 miliar. Ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Namun koreksi kembali terjadi karena sentimen negatif global terlampau kuat yakni naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury Bond, di mana yield acuan obligasi tenor 10 tahun naik 8,01 basis poin (bps) ke 1,548%.

Level tersebut merupakan penutupan perdagangan tertinggi di tahun ini, dan sejak Februari 2020 lalu. Pada Kamis pekan lalu, yield Treasury AS memang sempat menembus level 1,6%, tetapi setelah itu terpangkas dan mengakhiri perdagangan di 1,515%.

Jika yield meningkat, maka ekspektasi kupon obligasi di pasar primer pun meningkat yang bakal memicu kenaikan beban pembiayaan bagi emiten obligasi dan menekan kinerja keuangannya. Hal ini memicu aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat (AS).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading