Saham EXCL dkk Kompak Ambles, Kenapa Nih?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
05 March 2021 10:53
Oppo A15 (Dok. Oppo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten telekomunikasi tergelincir serempak ke zona merah pagi ini, Jumat (5/3/2021). Beberapa di antaranya telah mengumumkan rugi bersih pada tahun lalu

Berikut daftar harga saham emiten telekomunikasi, pukul 10:24 WIB berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal sesi I.

  1. Jasnita Telekomindo (JAST), saham -2,69%, ke Rp 181, transaksi Rp 1 M


  2. Indosat (ISAT), -2,61%, ke Rp 5.600, transaksi Rp 7 M

  3. Smartfren Telecom (FREN), -1,12%, ke Rp 88, transaksi Rp 76 M

  4. XL Axiata (EXCL), -0,90%, ke Rp 2.200, transaksi Rp 15 M

  5. Telkom Indonesia (TLKM), -0,30%, ke Rp 3.350, transaksi Rp 152 M

Menurut data BEI, saham JAST mencatatkan anjlok paling besar di antara saham lainnya, yakni sebesar 2,69% ke Rp 181/saham. Nilai transaksi emiten ini ini sebesar Rp 1 miliar.

Di tempat kedua, ISAT, merosot 2,61% ke Rp 5.600/saham. Emiten milik Ooredoo Qatar mencatatkan nilai transaksi Rp 7 miliar.

Beberapa emiten telekomunikasi di atas sudah mengumumkan kinerja yang kurang baik sepanjang 2020. Emiten tersebut, yakni ISAT, FREN, dan EXCL.

ISAT pada bulan lalu melaporkan bahwa selama 2020 membukukan kerugian Rp 716,72 miliar. Kinerja ini jauh berbeda dari capaian perusahaan dari periode yang sama tahun sebelumnya dimana tercatat laba bersih sebesar Rp 1,56 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai laba bersih per saham juga mengalami minus Rp 131,90 dari sebelumnya positif Rp 288,74.

Kerugian ini terjadi kendati pendapatan perusahaan mengalami kenaikan 6,92% secara tahunan (year on year/YoY). Kenaikan tersebut membuat pendapatan perusahaan di tahun lalu menjadi senilai Rp 27,92 triliun, dari tahun 2019 sebesar Rp 26,11 triliun.

Kemudian, FREN yang masih berdarah-darah sepanjang tahun lalu. Emiten telekomunikasi Grup Sinarmas ini masih membukukan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,52 triliun sepanjang tahun 2020.

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan Smartfren, Kamis (4/3/2021), perolehan kerugian bersih tersebut sedikit membaik dari tahun 2019 yakni sebesar Rp 2,18 triliun. Perolehan tersebut membuat rugi per saham dasar perseroan berkurang menjadi minus 4,92 per saham dari sebelumnya minus Rp 7,07 per saham.

Sepanjang tahun lalu, emiten bersandi FREN ini mencatatkan pendapatan usaha senilai Rp9,40 triliun, meningkat 34,63% dibanding tahun 2019 sebesar Rp 6,98 triliun.

Ketiga, pada bulan lalu, operator telekomunikasi EXCL melaporkan nilai laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2020 turun signifikan sebesar 47,85% ke Rp 371,59 miliar dari nilai laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 712,57 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai laba bersih per saham juga ikut turun menjadi Rp 35/saham dari periode sebelumnya yang senilai Rp 67/saham.

Padahal pada periode ini pendapatan EXCL naik tipis sebesar 3,48% menjadi senilai Rp 26,01 triliun, dari pendapatan perusahaan di akhir 2019 senilai Rp 25,13 triliun

Pendapatan data naik menjadi senilai Rp 21,38 triliun, dari sebelumnya senilai Rp 19,28 triliun. Sedangkan pendapatan non data turun menjadi sebesar Rp 2,82 triliun dari posisi Rp 3,55 triliun di akhir Desember 2019.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading