Analisis Teknikal

Deviden Bebas Pajak, IHSG Tembus 6.450 Hari ini?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
03 March 2021 08:29
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) kemarin berhasil menguat 0,33% ke 6.359,205. Data perdagangan mencatat investor asing melakukan aksi beli bersih senilai Rp 27 miliar, dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,23 triliun.

Yield obligasi (Treasury) AS yang mulai menurun setelah mencapai level 1,6% pekan lalu memberikan sentimen positif ke pasar saham global. Kemarin, yield Treasury tenor 10 tahun turun 3,92 basis poin ke 1,4068%. Dalam 3 hari perdagangan, yield Treasury total sudah turun 10,8 basis poin.

Banyak analis melihat kenaikan yield Treasury masih akan tertahan di kisaran 1,5%, sebab jika terus menanjak, maka akan memicu kecemasan terjadi taper tantrum yang dapat memicu gejolak di pasar keuangan global.


Dengan penurunan yield tersebut, kecemasan akan tarjadinya taper tantrum kini menurun, apalagi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) diprediksi akan melancarkan Operation Twist yang pernah dilakukan 10 tahun yang lalu saat terjadi krisis utang Eropa.

Operation Twist dilakukan dengan menjual obligasi AS tenor pendek dan membeli tenor panjang, sehingga yield obligasi tenor pendek akan naik dan tenor panjang menurun. Hal tersebut dapat membuat kurva yield melandai. 

Sementara itu pada perdagangan hari ini, Rabu (3/3/2021), IHSG mendapat sentimen positif dari dalam negeri. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan relaksasi pembebasan pajak penghasilan (PPh) atas dividen yang diterima wajib pajak.

Tujuan implementasi aturan ini adalah untuk mendorong investasi di pasar keuangan maupun sektor rill.

Rencana relaksasi PPh atas deviden sebenarnya sudah disampaikan sejak 2 tahun lalu. Lo Kheng Hong, pria yang dijuluki Warren Buffett Indonesia ini, menilai kebijakan tersebut juga bisa menjadi daya tarik investor masuk ke pasar saham domestik.

"Rencana pemerintah membebaskan pajak dividen pasti bisa menjadi insentif dan daya tarik masyarakat untuk menginvestasikan uangnya di saham perusahaan publik. Kabar gembira buat para investor saham," kata Lo, kepada CNBC Indonesia, Rabu (27/11/2019).

Secara teknikal, IHSG yang berada di atas ke atas 6.300 tentunya memberikan momentum penguatan tambahan.

IHSG kini semakin jauh dari rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA50) yang menjadi penahan koreksi IHSG dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, pada perdagangan Selasa (2/3/2021) kemarin, muncul lagi pola doji, secara psikologis pola ini mengindikasikan pasar masih kebingungan menentukan kemana arah IHSG.

Dengan munculnya pola Doji, peluang IHSG melesat atau ambrol sama besarnya.

jkseGrafik: IHSG  Harian
Foto: Refinitiv

Sementara itu Indikator stochastic pada grafik harian sudah keluar dari wilayah jenuh beli (overbought).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Stochastic pada grafik 1 jam juga berada di wilayah overbought, yang berisiko memicu koreksi.

Resisten terdekat kini berada di 6.370, jika mampu ditembus secara konsisten IHSG berpeluang menguat ke 6.400, sebelum menuju 6.450.

Sementara selama tertahan di bawah resisten, IHSG berisiko terkoreksi ke 6.340. Penembusan ke bawah level tersebut akan membawa IHSG turun ke 6.300, sebelum menunju 6.260.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading