Selamat Tuan Takur, India Resmi Keluar dari Jurang Resesi

Market - Muhammad Gibran, CNBC Indonesia
27 February 2021 09:25
FILE PHOTO: An India Rupee note is seen in this illustration photo June 1, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo                       GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - India berhasil keluar dari jurang resesi. PDB negeri Bollywood tercatat positif pada kuartal empat (Q4) 2020.

Data kantor statistik setempat, NSO, menunjukkan PDB 0,4% dari Oktober-Desember. Padahal pada Q2 dan Q3, PDB kontraksi alias minus 24,4% dan minus 7,3%.


Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh kinerja baik sejumlah sector. Pertanian tumbuh 3,9%, sementara sektor manufaktur tumbuh 1,6%.

Sektor konstruksi naik 6,2%. Sementara sektor listrik, gas dan pasokan air dan jasa utilitas mencatatkan pertumbuhan positif 7,3%.

"Pertumbuhan sektor manufaktur dan konstruksi menjadi harapan tumpuan perbaikan perekonomian India di tahun 2021," kata kementerian keuangan India dikutip dari Business Standard.

Kinerja positif pada dua sektor andalan negeri ini diharapkan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 11% di tahun 2021-2022. Kementerian keuangan india pun melebarkan defisit anggaran terhadap PDB menjadi 6,8% sebagai upaya memperbaiki perekonomian.

India menjadi salah satu negara di asia selain China, yang membukukan kinerja positif pada perekonoiannya di kuartal akhir 2020. Namun peningkatan pertumbuhan ekonomi di india berbanding terbalik dengan angka infeksi kasus Covid-19 di india yang masih terus meningkat.

Ekonom Senior Bank HDFC IndIa, Sakshi Gupta mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi india, sejak Q3 masih dibawah ekspektasi. Namun sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

"Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 full year akan tumbuh 11,5%" ujar ekonom seniior Bank HDFC, Sankshi Gupta.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading