Terungkap Kisah Menarik di Balik SWF Jokowi, Ini Cerita Luhut

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
25 February 2021 10:07
Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook dengan tema

Jakarta, CNBC Indonesia - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan cerita menarik di balik pendirian dana abadi Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Indonesia yang bernama Indonesia Investment Authority (INA).

Hal itu terkuak saat Luhut menjawab pertanyaan Founder/Chairman CT Corp Chairul Tanjung dalam dialog di acara CNBC Indonesia Outlook 2021 yang digelar Kamis ini (25/2/2021). Salah satu tema menarik dalam diskusi itu selain vaksinasi mandiri untuk wabah Coronavirus Disease-2019/Covid-19 juga soal SWF.

Pengusaha yang akrab disapa CT itu bertanya soal bisnis model SWF Indonesia yang berbeda dengan negara lain, termasuk beda dengan Singapura yakni GIC Private Limited dan Temasek Holdings. Temasek bahkan khusus mengelola BUMN-BUMN, sementara Indonesia sudah punya Kementerian BUMN.


"Jika bisnis model SWF itu mengundang investor untuk berinvestasi di proyek-proyek, kenapa gak langsung saja investor investasi ke proyek-proyek tersebut, kenapa SWF," tanya CT.

Luhut pun menjelaskan proses unik pendirian SWF tersebut. Dia juga jujur mengetahui soal SWF ini setelah mendapatkan paparan dari para anak muda sebelum pertemuan dengan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

"Waktu ini Presiden Jokowi tanya saya, ada pertemuan dengan crown prince [UEA]. Beliau mau mendengar masukan [untuk dibahas bersama Putra Mahkota]. Saya katakan ini ada SWF, saya bilang ke Presiden saya juga baru tahu Pak. Ternyata sudah banyak negara punya," cerita Luhut.

"[SWF] ini bisa menjadi engine of growth kita. Kita bisa backdoor listing, lalu ada master fund dan tematic fund. Presiden bicara ke crown prince, dan ternyata UAE leading di hal ini. ADIA [SWF dari UEA] bantu kita," kata Luhut.

ADIA atau Abu Dhabi Investment Authority adalah dana abadi milik pemerintah UEA. Sementara itu, komitmen juga datang dari International Development Finance Corporation (IDFC) asal Amerika Serikat (AS).

"Finalnya diskusi yang panjang dengan ADIA. Presiden juga ditunjuk dewas [dewan pengawas] pemerintah keuangan dan BUMN lainnya independent. Sekarang komitmen US$ 9,5 juta belum masuk ke mana mana."

Sebagai catatan, Presiden Jokowi sudah menetapkan Dewan Pengawas dan Dewan Direksi INA pada Selasa (16/2/2021).

"SWF atau INA mempunyai posisi strategis dalam percepatan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara dalam jangka panjang dalam menyediakan alternatif pembiayaan dalam pembangunan berkelanjutan," kata Jokowi, di Istana Negara, dalam siaran langsung lewat Youtube, Selasa (16/2/2021).

"INA akan menjadi mitra strategis bagi dalam dan luar negeri agar tersedia pembiayaan berkelanjutan," kata Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading