Wah 4 Saham Grup MNC Ambles, 'Digoyang' Proyek KEK Lido?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
22 February 2021 11:15
Hary Tanoesoedibjo/dok MSIN

Jakarta, CNBC Indonesia - Empat saham emiten milik Grup MNC anjlok pada awal sesi I perdagangan hari ini, Senin (22/2/2021), pukul 10.14 WIB. Keempatnya yakni PT MNC Land Tbk (KPIG), PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), dan PT MNN Studios International Tbk (MSIN).

Sejak awal perdagangan pagi ini, data BEI mencatat, saham MNC Land berada di zona merah dengan merosot 6,94% ke Rp 161/saham. KPIG mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 549,48 juta dengan nilai transaksi 3,41 juta saham.

Pada pukul 11.11 WIB, saham KPIG masih ambles ke level auto reject bawah (ARB) sebesar 6,94% ini.


Saham Grup MNC lainnya yang juga sejak awal perdagangan anjlok, yakni MSKY yang tercatat turun 4,35% ke harga Rp 660/saham.

Selain itu, MSIN juga merosot 3,83% ke posisi Rp 176/saham dengan nilai transaksi Rp 4,24 miliar dan volume perdagangan 24,52 juta saham.

Saham Bank MNC Internasional yang sempat terbang tinggi sebesar 20,90% ke Rp 81/unit pada perdagangan sesi I Kamis (18/2/2021), tercatat terkoreksi 3,23% ke Rp 50/saham pada perdagangan pagi ini.

Sebelumnya, kabar pasar ramai soal proyek KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Lido milik Grup MNC yang disetujui berbarengan dengan masih aktifnya jabatan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreaktif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo, putri pemilik Grup MNC Hary Tanoesoedibjo.

Menanggapi pemberitaan media yang ramai ini, Sekretaris Perusahaan MNC Media Prabu Revolusi di Twitter membantah hal tersebut.

"Jadi Gini. Selama saya tugas di Kementerian, gak pernah ada sekalipun Lido dibahas dlm agenda. Kenapa? Karena KEK bukan kewenangan Kemenparekraf. Lido sendiri sudah dimiliki MNC jauh sebelum Mba Wamen@angelatanoe menjabat. Cek aja, riset dulu sebelum membuat opini. Bukankah begitu seharusnya?" cuit Prabu Revolusi di Twitter, Jumat lalu (19/2/2021).

KEK Lido memang merupakan mega proyek Hary Tanoesoedibjo yang akan dibangun oleh KPIG, serta dioperasikan oleh MSIN sebagai kawasan pariwisata dan produksi film. Proyek ini dikabarkan akan dinamakan Movieland yang berlokasi di kawasan MNC Lido City. Padahal proyek ini sempat membuat saham Grup MNC terbang pekan lalu.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah menyetujui pembentukan kawasan ekonomi baru yakni KEK Lido di Provinsi Jawa Barat.

Usulan KEK Lido adalah KEK Pariwisata meliputi pengembangan bisnis atraksi seperti theme park kelas dunia, lapangan golf, serta retail and dining. Ada pula pengembangan akomodasi seperti six stars luxury resort, hotel berbintang lainnya, serta pengembangan TOD, lalu pengembangan ekonomi kreatif seperti studio film dan festival musik.

Kehadiran theme park yang akan dibangun di dalam KEK Lido diprediksi akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) hingga mencapai 63,4 juta orang sampai 2038 atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun. Pemasukan devisa dari wisman serta penghematan outflow devisa dari wisnus dapat mencapai US$4,1 miliar selama 20 tahun.

"KEK Lido diharapkan betul-betul bisa mendorong pariwisata di Indonesia. Hasilnya harus jelas, turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional. Ini harus menjadi yang premium juga, dan devisanya pun juga premium," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Sabtu (13/2/2021).

KEK Lido diproyeksikan akan menarik investasi hingga mencapai US$2,4 miliar. Diharapkan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 29.545 orang di tahun ke-20.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading