SWF Jokowi Full Team, Saham Emiten Konstruksi Ngamuk!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
16 February 2021 11:42
Jokowi di acara Pengenalan Dewan Pengawas dan Dewan Direktur Lembaga Pengelola Investasi, 16 Februari 2021 (Youtube BPMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten konstruksi kompak menghijau pada penutupan perdagangan sesi I Selasa (16/12/2021) setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi)memperkenalkan struktur keanggotaan Dewan Pengawas dan Dewan Direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

Sebelum perkenalan full team direksi Sovereign Wealth Fund (SWF) ini, sebetulnya data BEI mencatat saham-saham konstruksi sudah menggeliat sejak kabar akan diumumkannya direksi SWF di awal-awal perdagangan pagi.

Data BEI mencatat, pada penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,31% di posisi 6.289,58. 


Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memimpin penguatan dengan kenaikan 1,86% di posisi Rp 1.640/saham. Saham WSKT mencatatkan volume perdagangan sebesar 148 juta saham dengan nilai transaksi Rp 242 miliar.

Berikutnya ada saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) naik 1,62% ke posisi Rp 1.570/saham dengan nilai transaksi Rp 46 miliar dan volume perdagangan 29 juta saham.

Lanjut berikutnya ada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menguat 1,49% ke posisi Rp 2.040/saham dengan volume perdagangan 28 juta saham senilai Rp 57 miliar.

Selanjutnya ada saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP) naik 1,09% di posisi Rp 1860/saham dengan nilai transaksi Rp 73 miliar dan volume perdagangan 39 juta saham.

Emiten jalan tol BUMN, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) juga menguat tipis 0,22% ke posisi Rp 4.480/saham dengan volume transaksi 1 juta saham senilai Rp 6 miliar.

Menguatnya emiten konstruksi terjadi seiring dengan pengumuman Presiden Jokowi soal Dewan Pengawas dan Dewan Direksi INA. Setelah ditunggu-tunggu, Jokowi akhirnya resmi mengumumkan jajaran dewan direksi INA pada Selasa siang ini (16/2/2021).

"SWF atau INA mempunyai posisi strategis dalam percepatan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara dalam jangka panjang dalam menyediakan alternatif pembiayaan dalam pembangunan berkelanjutan," kata Jokowi, di Istana Negara, dalam siaran langsung lewat Youtube, Selasa (16/2/2021).

"INA akan menjadi mitra strategis bagi dalam dan luar negeri agar tersedia pembiayaan berkelanjutan," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, pembentukan INA diperintah langsung UU Cipta kerja, kelembagaan kerja jelas sebagaimana diatur dalam PP Nomor 74/2020. INA juga dijamin menjadi institusi profesional yang dilindungi UU dan menggunakan pertimbangan profesional dalam menentukan langkah-langkah kerjanya.

INA juga dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa yang berpengalaman di kancah internasional dan dijaring panitia seleksi dibantu head hunter profesional.

"Dalam kesempatan ini, saya akan memperkenalkan putra-putri terbaik bangsa yang duduk di dewas dan dewan direksi," kata Jokowi.

Berikut lima direksi SWF yang diperkenalkan langsung oleh Jokowi.

1. Ridha DM Wirakusumah (Dirut PT Bank Permata Tbk/BNLI) sebagai CEO

2. Arief Budiman (mantan Direktur Keuangan Pertamina) sebagai Deputy CEO

3. Stefanus Ade Hadiwidjaja (Managing Director of Creador) sebagai Chief Investment Officer

4. Marita Alisjahbana (Country Risk Manager Indonesia Citi) sebagai Chief Risk Officer

5. Eddy Porwanto (eks Dirkeu PT Garuda Indonesia Tbk/GIAA, sebagai Chief Financial Officer.

Pemerintah diperkirakan akan menyuntikkan modal awal Rp 75 triliun dengan dana Rp 30 triliun berasal dari kas, aset negara, saham BUMN, dan piutang negara. Pada tahap pertama, SWF diharapkan bisa menghimpun dana hingga Rp 225 triliun.

Sejauh ini UEA, IDFC (International Development Finance Corporation) dan Softbank telah berkomitmen untuk memberikan US$ 52 miliar.

SWF diprediksi akan menguntungkan saham konstruksi karena akan menjadi sumber pembiayaan baru bagi emiten kontraktor BUMN yang saat ini memiliki utang (leverage) yang tinggi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading